SEMARANG – mediajateng.net

Bayi laki- laki yang diduga belum genap satu hari ditemukam Warga Jalan Padi XIII RT.3/1 Kelurahan Gebangsari, Genuk kota Semarang didalam kardus helm. Belum diketahui pelaku atau orangtua pembuangnya, diduga bayi malang itu hasik dsei hubungan gekap

Informasi yang dihimpun, orok tersebut ditemukan didalam kardus yang diletakan orang tak dikenal disebuah teras rumah warga bernama Siti Rohmi. Ditemukan warga setempat pada Jumat (1/9/2017) sekitar pukul 09.00 wib.

Menurut keterangan Kapolsek Genuk, Kompol Heru Eko Wibowo mengungkapkan temuan ini bermula ketika seorang penghuni kos bernama Eka Putri Lestari, 25, warga Jalan Genuk Indah RT.1/4 Bangetayu Kulon Genuk keluar dari kos menuju sebuah warung makan, sekitar pukul 09.00 wib. Usai makan, perempuan ini kembali menuju tempat kos dan masih melihat bungkusan kardus tersebut di tempat awal.

“Kardus dengan diikat tali rafia di depan rumah ibu Siti. Sekembalinya dari warung makan sekitar jam 09.30 wib kardus masih di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ungkap heru saat dihubungi mrlalui ponselnya.

Saat melangkah perjalanan menuju tempat kos, Eka Putri Lestari berpapasan dengan Siti Rohmi yang saat itu keluar dari rumahnya. Lantas Siti Rohmi menanyakan sebuah kardus yang tergeletak diteras depan rumahnya. Hingga akhirnya dua perempuan ini yang diselimuti rasa penasaran mengecek bungkusan kardus tersebut.

“Pada saat keduanya meneliti kardus itu, melihat ada bercak darah. Namun tidak berani buka,” terangnya.

Hingga kemudian, keduanya menyampaikan temuan ini kepada Dwi Purwanto, 33, dan Didik Dwi Cahyanto, 51, yang kebetulan melintas didepan rumah Siti Rohmi. Hingga akhirnya dua orang laki-laki tersebut membuka bungkusan kardus setelag dimintai tolong oleh Siti Rohmi.

“Ketika kardus itu dibuka ternyata berisi orok bayi, yang saat itu masih ada gerakan,” ujarnya.

Selanjutnya, orok yang diketahui jenis laki-laki ini dibawa oleh Eka dan Siti menuju ke klinik Azura yang berada dilokasi Jalan Padi Raya untuk mendapat pertolongan. Hanya saja, di klinik Azura tidak adanya alat bantu pernapasan.

“Selanjutnya oleh dr. Lisa disarankan untuk dibawa ke RS Sultan Agung. Kemudian saksi 1 dan 2 membawa orok bayi ke RS Sultan Agung sampai di RS oleh dokter Aditya Putra W, orok bayi dinyatakan telah kaku (Meninggal Dunia),” pungkasnya. (MJ-303)