Dibekuk Polres Demak, Pengedar Sabu Ini Mengaku dapat Kiriman dari Nusakambangan

DEMAK, Mediajateng.net – Polres Demak berhasil membekuk lima pelaku penyalahgunaan narkoba. Tiga diantaranya merupakan tersangka penyalahgunaan sabu dan dua tersangka lainnya pengedar obat – obatan terlarang. Perbuatan para pelaku penjahat narkoba itu, banyak meresahkan warga.

Tersangka sabu di antaranya , Zulham Fikri (34) warga Desa Glantengan, Kudus yang berperan sebagai pengedar. Sementara dua tersangka lainnya yang merupakan pembeli, masing – masing Jalu Estu, warga Kelurahan Katonsari, Demak dan Oni Oska, warga Kelurahan Bintoro Demak.

Para tersangka diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Demak saat melakukan transaksi sabu di kawasan Perum Wiku II, Demak dan seputar alun – alun (Simpang Enam) Demak.

Dari tangan tersangka Zulham alias Joker, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat empat gram. Dari tangan dua tersangka lainnya diamankan dua unit hanphone dan uang sebesar Rp. 350.000.

Tersangka Joker mengaku mendapatkan barang haram tersebut, dari rekannya napi LP Nusakambangan, Cilacap. Transaksi sabu tersebut dilakukan lewat telepon, setelah mentransfer sejumlah uang, selanjutnya sabu dikirim ke alamat yang dituju. Satu gram sabu, dia beli seharga Rp 1.000.000 dan dijualnya Rp 1.400.000.

Selain diedarkan ke Demak, tersangka Joker menjualnya ke wilayah Kudus. Mayoritas para pelanggannya adalah anak anak muda.

“Satu gram kalau terjual untungnya bisa 400 ribu, sekali kirim 5 gram, jadi dapatnya 2 juta. Sabu itu mahal harganya, karena bikinnya juga susah,” kata Joker, saat gelar perkara narkoba di Mapolres Demak, Senin (6/7/2018).

Kapolres Demak, AKBP Maesa Soegriwo, mengatakan, Polres Demak berkomitmen untuk memberantas segala bentuk kejahatan penyalahgunaan narkoba yang kian marak beredar di wilayah Demak.

“Mereka (pelaku narkoba) tentunya akan kita lakukan tindakan hukum. Kita terus berupaya mengungkap kasus narkoba di Demak. Sudah ada pelaku lainnya, sebentar lagi kita tangkap,” kata Maesa.

Sementara itu, dua tersangka pengedar obat – obatan terlarang yang dibekuk polisi, masing masing atas nama Aris Setiono alias Bagong (22) dan Andre Bahtiar alias Kebo. Keduanya merupakan warga Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Demak.

Dari tangan tersangka Bagong, polisi mengamankan sebanyak 20 butir pil warna putih berlogo Y , handphone dan uang tunai sebesar Rp. 147.000. Sedangkan dari tersangka Kebo, polisi mengamankan sebanyak 70 butir pil warna putih berlogo Y dan 120 butir pil kuning berlogo MF, serta hanphone dan uang tunai sebesar Rp. 500.000.

“Dua tersangka pengedar obat obatan terlarang yang masuk daftar G ini, kita jerat dengan pasal 196 subsider pasal 198, UU RI nomoe 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman hukumannya , pidana penjara paling lama 10 tahun,” tegasnya.