GROBOGAN, Mediajateng.net – Hanya karena salah mengartikan niat baik mertua, seorang bapak nekat membanting balita hingga tewas.

Kabar mengejutkan ini terjadi di Dusun Mliwang, Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati.

Kegiatan warga terhenti lantaran dikagetkan dengan jerit tangis Nofiyati (26) ibu rumah tangga ketika melihat anaknya yang kedua, ZTA (dua tahun) sudah tergeletak tak bernyawa di atas lantai rumah Mustofa, tetangga Nofiyati, Sabtu (22/6) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kabar tewasnya balita berusia 2 tahun, baru mencuat setelah adanya laporan dari keluarga Minggu (23/6).

Nofiyati tak menyangka sikap Arifin (28), suaminya menyelesaikan masalah dengan cara yang tragis hingga menyebabkan anak mereka tewas.

Hartono, Kepala Desa Kalimaro, kepada Mediajateng.net, mengatakan, kejadian dipicu permasalahan hutang-piutang yang tengah membelit rumah tangga Arifin dan Nofiyati.

Sebagai perangkat desa, Hartono tidak menyangka Aripin berbuat sedemikian rupa terhadap anaknya sendiri.

Hartono mengatakan, insiden ini terjadi di rumah Mustofa. Saat itu, keluarga Aripin dan Nofiyati beserta orang tua Nofiyati datang ke rumah tersebut untuk rembugan terkait hutang piutang yang melilit Aripin.

Pada kesempatan tersebut, Dt (60) ayah kandung Nofiyati, berniat membantu menantunya melunasi hutang-hutang tersebut.

Dalam musyawarah tersebut, Aripin yang mungkin tidak terima niat tulus ayah mertuanya tersebut. Tiba-tiba, ia mengambil ZTA dari gendongan Nofiyati dan membanting bayi tak berdosa tersebut ke lantai.

Nofiyati menjerit sambil menangis ketika mengetahui anaknya diperlakukan kasar oleh suaminya sendiri. Pada saat hendak mengambil anaknya, Nofiyati menjerit lebih keras lagi lantaran ZTA tidak merespon.

Seluruh warga yang tengah tahlilan di samping rumah Mustofa langsung keluar menuju sumber teriakan. Sebagian dari mereka langsung mengamankan tersangka, Aripin.

Sedang bocah naas, langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan. Namun naas, korban yang mengakami luka lebam di kepala dan punggung akhirnya tidak tertolong.

Mendapat informasi dari masyarakat, anggota Polsek Kedungjati langsung menuju ke lokasi kejadian untuk mengamankan tersangka. Pelaku saat ini sudah ditahan di Polsek Kedungjati untuk pemeriksaan selanjutnya.

Hartono menjelaskan, keseharian Aripin bekerja sebagai buruh serabutan. Pribadi Aripin juga terlihat pendiam. Namun, ada kalanya Aripin sering marah karena masalah sepele.

“Orangnya itu kerjanya serabutan, sifatnya pendiam, tetapi kadang dia juga marah-marah,” ujar Hartono.

Sementara itu, kasat Reskrim Polres Grobogan saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

Saat ini, petugas Polsek Kedungjati tengah menyelidiki penyebab tersangka melakukan perbuatan keji tersebut. (Ag-MJ)