Semarang – mediajateng.net

Setyawati Marheni (17), Siswa Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) LPI Jalan Menoreh Utara Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) didampingi orang tuanya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisan Terpadu (SPKT) Polrestabes terkait tindak penganiayaan yang dilakuan oleh siswi yang sudah dikeluarkan berinisial RS yang dibantu adik kelasnya. Korban dianiaya di kawasan sepi terowongan bawah jalan Tol yang masuk kawasan Bendan Ngisor, Gajahmungkur, Rabu (13/12) sekira pukul 13.00. Korban dikeroyok lantaran dituduh menantang duel pelaku melalui akun Facebooknya.

Menurut korban kejadian penganiayaan tersebut terjadi usai dirinya dihampiri oleh seorang adik kelasnya yang mengatakan kalau Setyawati telah menantang duel melaui inbok di Akun Facebook RS . Padahal korban selama ini tidak pernah bermain Facebook

” saya diajak untuk menyelesaikan masalah, dijemput di sekolah saat hendak pulang. Diajak ke kawasan terowongan sepi. yang ternyata suda ada puluhan orang Siswi kelas X. Saya langsung dilingkari,” ungkap Setyawati dihadapan petugas SPKT.

Korban menambahkan saat hendak dianaiya dirinya melihat adik kelasnya mengkonsumsi minuman keras . Karena kalah jumlah dan takut, akhirnya korban tidak bisa berbuat banyak saat RS menganiaya.

“saat dianiaya sejumlah siswi juga merekam melalui ponsel, takutnya nanti diunggah ke youtube,” imbuhnya

Sementara Sukardi (54) yang tak lain ayah dari Setyawati Marheni yang melaporkan secara resmu ke Polisi mengaku geram dan tidak terima atas perlakuan pelaku pada anaknya.

“tadi saya dikabari sama kakaknya kalau Setyawati terlambat pulang sekolah dan kondisi wajahnya benjol, katanya dipukuli ama siswi yang sudah dikeluarkan dari sekolah, ” ungkap Sukardi.

Akibat penganiayaan teraebut korban mengalami luka pada bagian wajah dan badan dan sempat medapatbperawatan di RS Bhakti Wiratamtama . Kasus ini selanjutnya ditangani oleh petugas Satreskrim Polrestabes Semarang. (MJ-303)