GROBOGAN, Mediajateng.net – Administratur Perhutani KPH Gundih gelar operasi simpati ke kawasan hutan.

Operasi bertajuk Operasi Simpatik Sambang Werkit dilakukan untuk memastikan kondisi rumah kerja bagi mandor hutan masih layak dan masih ditempati mandor hutan.

Administratur KPH Gundih Agus Prianton, menjelaskan, operasi dilakukan guna melihat secara langsung Werkit atau rumah Mandor yang didirikan dipinggiran hutan saat ini masih banyak ditempati Mandor Hutan.

“Werkit yang masih ada ini hanya bisa dijumpai di Perhutani KPH Gundih satu satunya Perhutani yang masih memiliki rumah warkit yang jumlahnya 32 Werkit yang tersebar di seluruh wilayah hutan Perum Perhutani KPH Gundih,” katanya.

Tidak besar dan mengedepankan kenyamanan, namun Warkit yang ditempati mandor hutan hingga 20 tahun memanfaatkan lahan berukuran 6 x 10 meter persegi.

“Sebenarnya mandor hutan yang bertugas ini juga memiliki rumah sendiri namun karena memang tugas yang ia emban mengharuskan menempati Werkit yang sudah disediakan. Selain itu, alasan jarak rumah dengan tempat mereka bertugas cukup jauh membuat Warkit optimal ditempati,” katanya.

Salah satu contoh, Pujianta mandor hutan menempati Werkit selama 19 tahun, namun ia masih beruntung Werkit yang ia tempati berada di pinggir jalan alternatif menuju Kabupaten Sragen.

“Ada beberapa Werkit dibangun di pinggiran hutan yang jaraknya cukup jauh dari akses perkotaan,” tambahnya.

Dalam kegiatan patroli sambang werkit ADM Gundih berpesan kepada Mantri Hutan Polhut Gundih untuk selalu siaga dalam menjaga lahan Perhutani dan selalu berkomunikasi dengan warga yang menggarap lahan milik Perhutani.

Selain selalu berkoordinasi dengan penegak hukum lain kabupaten karena wilayah hutan kita ini berbatasan langsung dengan dengan kabupaten Blora dan Provinsi Jawa Timur.

“Apabila terjadi illegal logging sangat sulit untuk melakukan pengejaran karena sudah masuk wilayah kabupaten lain, begitu juga sebaliknya,” katanya.mj-ag