SEMARANG, Mediajateng.net – Tiga Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil merancang model pembelajaran baru untuk materi Fisika SMA Kelas X. Seperangkat model pembelajaran tersebut dinamakan dengan GATA-Fisika. Penelitian ini lolos seleksi pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang skim Penelitian Sosial Humaniora 2018.

GATA-Fisika sendiri menggunakan pendekatan permainan tradisional engklek yang dikemas secara menarik, dilengkapi dengan fenomena yang disajikan dalam teknologi macromedia flash. Mereka adalah Badi’atus Sholihah (Fisika, 2015), Rani Wahyu Andani (Fisika, 2015), dan Izzatun Navis (Matematika, 2016).

“Tidak hanya melatih berhitung, pada GATA-FISIKA juga menekankan pemahaman konsep serta penumbuhan kerja ilmiah. Sehingga, tidak hanya ranah kognitif yang meningkat, namun afektif dan psikomotorik siswa pun juga akan meningkat,” kata Badi’atus Sholihah, Senin (25/6).

Pemilihan permainan tradisional engklek pada model ini dikarenakan banyak penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional mengandung segi edukatif, pendidikan jasmani (melatih fisik), kecermatan mata, daya pikir, apresiasi nilai seni, kesegaran rohani.

“Selain itu, hal ini juga sebagai upaya menumbuhkan kembali permainan tradisional yang mulai musnah seiring berkembangnya zaman,” katanya.

Dia juga membeberkan keunggulan lain dari GATA-Fisika, yakni membantu Guru agar dapat memberikan feedback langsung kepada siswa, sehingga materi bisa tersampaikan secara langsung dan utuh. Selain itu GATA-Fisika menekankan pada pentingnya arti kerjasama sebuah tim yang berguna untuk melatih budaya gotong royong antar siswa.

Dia mengaku proses persiapan penelitian ini waktunya lumayan singkat mulai dari pembuatan makalah penelitian sampai proses penelitian berlangsung.

Selain itu menurut Badi’atus proses tersulit dalam penelitian ini adalah saat menyusun perangkat pembelajaran yang begitu banyak. Namun berkat semangat tim dan dukungan dari berbagai pihak dalam menyelesaikan penelitian ini, berbagai kesulitanpun bisa teratasi.

“Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada bulan April-Mei ternyata hasil analisis efek size menunjukkan hasil d>1,00 yaitu sebesar 5,27. Hal ini berarti siswa yang menggunakan GATA-Fisika terbukti siswa mengalami peningkatan prestasi belajar,” katanya.

Terakhir, dengan bantuan pendanaan PKM 5 Bidang sebesar Rp 7,2 Juta ini Badi’atus berharap nantinya GATA-Fisika bisa dikembangkan lebih lanjut dan diimplementasikan pada sekolah-sekolah di Indonesia.