PURBALINGGA, Mediajateng.net – Personel Polres Purbalingga dituntut untuk bisa melaksanakan dan mengaplikasikan Program Promoter Kapolri dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Di mana dengan Promoter yang merupakan akronim dari profesional, modern dan terpercaya diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyatakat.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum saat melaksanakan kunjungan kerja dan memberikan arahan kepada seluruh anggota Polres Purbalingga di Mapolres, Rabu (7/2/2018) siang.
Kapolda menyampaikan kebijakan Kapolri tentang Promoter berikut tiga penekanan yaitu terkait perbaikan kultur, peningkatan kinerja dan manajemen media. Dalam perbaikan kultur, anggota harus meninggalkan perilaku yang arogan, kekerasan eksesif dan pola hidup konsumtif yang dapat menimbulkan penyalahgunaan wewenang.
Terkait peningkatan kinerja, Kapolda menyampaikan agar pelayanan publik kepolisian lebih ditingkatkan. Upayakan pelayanan publik berbasis teknologi informasi agar memberikan kemudahan kepada masyarakat. Selain itu, ciptakan pemeliharaan keamanan dan penegakan hukum yang profesional dan memenuhi rasa keadilan.
Sementara itu, perihal manajemen media, kapolda menyampaikan bahwa media saat ini berperan menjadi pilar dan kekuatan demokrasi. Oleh sebab itu, kelola media dengan baik agar mampu digunakan sebgaai sarana publikasi kepolisian. Dengan manajemen media diharapkan mampu menetralisir berita negatif.
“Tiga penekanan Kapolri terkait promoter inilah yang harus bisa dilaksanakan seluruh anggota hingga tingkat polsek. Dengan demikian akan mampu untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap polri yang semakin hari harus semakin meningkat,” pesan Kapolda.
Kapolda juga menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun Politik dengan adanya Pilkada serentak termasuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Polri harus netral dan berikan pengamanan serta pelayanan yang profesional dan berkeadilan.
“Kriteria pilkada aman di antaranya jumlah pemilih atau antusiasme masyarakat tinggi, pelanggaran pemilu yang terjadi sedikit dan tidak ada benturan antar antar calon, pendukung maupuan simpatisannya,” kata kapolda.
Kepolisian harus bisa melakukan pemetaan kerawanan, optimalkan kekuatan TNI untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif dan bisa menurunkan tensi politik. Selain itu lakukan patroli dunia maya untuk mencegah isu negatif ataupun isu SARA serta berita negatif yang bisa menimbulkan keresahan. Berita negatif harus dilakukan langkah pendinginan agar tidak menimbulkan permasalahan.
Usai memberikan sambutan, Kapolda Jateng juga memberikan reward bagi anggota Polri, TNI, Bhayangkari dan masyarakat yang berhasil membantu kepolisian dalam pengungkapan kasus. Usai melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah, kapolda meninggalkan mapolres menuju ke Batalyon 406 Purbalingga untuk bersilaturahmi dengan personel TNI di Purbalingga.