Demak-mediajateng.net

Desa Wonokerto, menjadi wakil Kecamatan Karangtengah, dalam evaluasi perkembangan desa dan kelurahan tingkat kabupaten Demak tahun 2017 yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Demak.

Desa yang terletak di jalur Pantura Demak itu menyimpan potensi diantaranya lele, bonsai, jamur tiram, kambing dan kerajinan sangkar burung.

Kegiatan evaluasi yang dipusatkan di Kantor Desa Wonokerto, diawali dengan sholawat dan musik rebana sebagai penyambutan tamu kehormatan tim evaluasi yang dipimpin oleh Muhammad Ridwan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Kepala Desa Wonokerto, Bambang Untoro, menyampaikan bahwa potensi yang ada di Desa Wonokerto semakin bergeliat dan terus berkembang, namun perlu perhatian dan dukungan semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Demak.

“Pemerintah desa mendukung penuh potensi yang ada dan mendorong agar para pekakunya terus mengembangkan usahanya tersebut, ” kata Bampang.

Lima potensi Desa Wonokerto seperti budidaya pembibitan lele yang tidak semua desa bisa mengembangkannya. Selain pembibitan, juga ada pembesaran lele. Potensi lainnya yakni budidaya jamur tiram yang dan kerajinan sangkar burung yang pemasarannya hingga luar kota. Desa wonokerto juga memiliki terbak kambing fermentasi yang kotorannya tidak berbau dan dagingnya rendah kolestro. Kemudian potensi unggulan lainnya yakni budidaya tanaman bonsai yang sudah diakui nasional bahkan internasional.

” Tidak semua desa di Demak bisa budidaya jamur tiram, tapi desa kami bisa. Bonsai Wonokerto juga terkenal dimana mana. Pohon bonsai yang sudah jadi, bahkan bisa dihargai hingga Rp. 50 juta, ” terangnya.
Dari segi tata pemerintahan, Desa Wonerto juga terus melakukan pembenahan adminustrasi desa dan meningkatkan kinerja aparatur desa.

“Alhamdulillah, Wonokerto tertib administrasi. Ada pemeriksaan dari inspektorat hanya membutuhkan waktu 15 menit langsung selesai,”ujar kades muda yang terkenal enerjik itu.

“Motto kami , ayo bangun Wonokerto dengan budaya jawa, makanya kami semua memakai busana adat jawa saat menyambut para tamu ini, ” imbuhnya.

Kepala Dinas Permades, M Ridwan, mengaku tersanjung dengan sambutan yang sangat luar biasa oleh Kepala Desa beserta jajarannya, terlebih mengusung tema kearifan lokal dengan mengenakan busana adat jawa.

“Sambutannya meriah dan baik. Pak lurahnya hebat, budaya lokalnya ditonjolkan. Apa yang digerakan oleh kepala desa hebat menandakan Demak itu juga hebat dan maju,” kata Ridwan.

Dia menambahkan, evaluasi desa dimaksudkan untuk mengevaluasi pembangunan di Desa Wonokerto, serta keterkaitan penyerapan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) serta percepatan akselerasi pembangunan sehingga memajukan masyarakat desanya.

”Pembangunan bukan hanya fisik namun juga mental yang telah dilaksanakan oleh desa,” terang Ridwan.

“Tim akan menilai se obyektif mungkin. Aspek penilaian meliputi bidang pemerintahan, kewilayahan dan pemberdayaan masyarakat, ” jelasnya

“Kita pernah juara nasional (desa teladan) , jadi juara lagi tidak apa apa. Jadi juara nasional tidak usah takut,” pungkasnya.(MJ-303)