Grobogan, Mediajateng.net – Peristiwa bunuh diri dengan menabrakan diri dengan kereta api kembali terjadi di Kabupaten Grobogan. Lagi-lagi pelaku bunuh diri di jalur rel ini sebagian besar diketahui menderita depresi dan gangguan jiwa. Seperti yang terjadi di jalur rel KA Km 37+90, tepatnya di Dusun Bangkerep, desa/kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Kamis (18/10/2018) sekitar pukul 08.30 WIB.

Seorang perempuan ditemukan tewas setelah menabrakan diri saat KA barang dengan nomor perjalanan 2511 melaju dari Surabaya menuju ke Jakarta. Pada saat ditemukan, korban yang diketahui bernama Umi Nur Hidayah (32) terluka parah di sekujur tubuhnya.

Menurut Kapolsek Kradenan AKP Juhari, peristiwa ini bermula ketika KA barang yang dikemudikan masinis Arif Sumartono (28) melaju dari arah timur menuju ke arah barat. Sesampainya di jalur km 37+90, masinis merasa telah menabrak sesuatu. Arif pun menghentikan laju keretanya secara mendadak. Refleks, kereta berhenti di areal persawahan di Dusun Bangkerep, desa/kecamatan Kradenan. Arif turun dan menemui Teri Murtiana Wijayanti, buruh tani yang tengah berada tidak jauh dari lokasi untuk memberitahukan kejadian tersebut. Ia meminta tolong pada Teri untuk memastikan kondisi korban.

Setelah memastikan adanya korban yang baru saja menabrakan diri dengan KA, Arif langsung melaporkannya kepada pihak keamanan Stasiun Kradenan. Laporan tersebut diterima Bayu Affandi yang kemudian diteruskan kepada perangkat desa Kradenan Hamid Fathoni dan Polsek Kradenan.

Mendapat informasi tersebut, petugas dari Polsek Kradenan bersama tim inafis Polres Grobogan dan tim medis Puskesmas I Kradenan langsung menuju ke lokasi untuk diadakan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui bernama Umi Nur Hidayah warga dusun Jatisemi RT 01 RW 01, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari.

“Pada saat kejadian, korban mengenakan daster warna merah motif bunga, berkerudung warna ungu dan menggunakan sandal jepit warna hijau. Dari penuturan masinis Arif Sumartono tadi diperoleh keterangan bahwa korban memang sengaja menabrakan diri ditambah juga dari pengakuan keluarganya bahwa korban memang menderita gangguan jiwa,” pungkas Kapolsek Kradenan, AKP Juhari.