Dengan Tekhnologi, Para Single Mother Bisa Maju dan Mandiri

Semarang, Mediajateng.net, – Grab terus berkomitmen mendorong lebih banyak keragaman pada angkatan kerja di Indonesia. Hal ini termasuk dengan menciptakan lebih banyak kesempatan ekonomi bagi perempuan dan para Ibu Tunggal.

Sejalan dengan Tema Hari Perempuan Internasional tahun ini yaitu #EachForEqual, Grab memaknai sebagai momen yang berarti. Hal ini karena dengan teknologi, Grab mampu mempersatukan dan memberdayakan jutaan perempuan luar biasa, baik itu mitra pengemudi, agen GrabKios, mitra-merchant GrabFood maupun para karyawan perempuan Grab.

Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan, sebagai aplikasi serba bisa yang melayani lebih dari 500 kota di Indonesia, Grab terus berkomitmen untuk mendorong lebih banyak angkatan kerja di Indonesia.

“Di Indonesia, Grab bermitra dengan tiga lembaga yaitu Komnas Perempuan untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang baik bagi penumpang dan mitra perempuan, Forum Pengada Layanan untuk pemulihan korban kekerasan dan Pundi Perempuan untuk mengajak pelanggan memberikan donasi bagi lembaga pengada layanan bagi korban kekerasan,” bebernya.

Sebagai contoh, seorang Ibu Tunggal asal Medan, Kristina, mampu mendobrak stigma bahwa perempuan tidak bisa mandiri. Warung yang ia dirikan sejak 1997 silam menjadi sumber pendapatan baginya dan tiga orang anaknya.

“Sejak memanfaatkan teknologi GrabKios, sekarang bisa menjadi lebih hemat. Semua bisa dikontrol lewat telepon genggam saya. Pembeli semakin ramai karena kini saya bisa menawarkan layanan seperti pembayaran tagihan PLN, BPJS, PDAM, juga pembelian pulsa dan paket data,” ungkapnya.

Nasib yang sama juga dialami oleh Dewi, Ibu Tunggal asal Surabaya. Bermodalkan motor, Dewi mulai menjadi mitra pengemudi GrabBike 2 tahun lalu.

“Dari awal memang sudah berencana kalau ada sisa uang penghasilan nge-Grab bakal dijadikan modal usaha. Tapi saya senang sekali di usia 31 tahun ini saya dipertemukan dengan Grab. Saya bisa mencari nafkah untuk anak dan keluarga saya. Pilihan yang tepat untuk saya yang seorang single parent,” ujarnya.

Kemudahan mencari penghasilan dengan bantuan teknologi juga dirasakan Bariah (30 tahun), ibu tunggal dengan satu anak balita, pemilik warung makan Mie Aceh Jakarta di kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan.

Sejak menjadi mitra GrabFood, penjualannya meningkat signifikan. Untuk melayani pesanan pembeli di warungnya yang buka 24 jam, Bariah mempekerjakan 8 orang karyawan yang bekerja bergantian.

Bulan Maret 2019, IFC merilis sebuah laporan, hampir seperempat responden perempuan yang disurvei menyatakan bahwa layanan Grab telah meningkatkan rasa kemandirian mereka.

“Temuan tersebut sejalan dengan 4 dari jutaan kisah Ibu Tunggal yang telah membuktikan bagaimana teknologi dapat membuat mereka lebih mandiri,” tambah Neneng, Managing Director Grab Indonesia.

Laporan Dampak Sosial Grab 2018/2019 mencatatkan bahwa layanan transportasi Grab adalah 1,2 kali lebih aman dibandingkan dengan standar kualitas layanan taksi di Singapura. Menciptakan keseharian yang lebih baik bagi setiap perempuan dengan teknologi, menjadi sebuah misi yang lekat di hati kami. #EachForEqual, teknologi yang mempersatukan. (ot/mj)