DEMAK,Mediajateng.net –

Nak, tidak lama lagi rombongan pemilu akan lewat
Akan ada banyak orang – orang yang melempar senyum tanpa harga
Kau akan diajaknya berputar – putar pada labirin kecemasan……..

Itulah penggalan puisi berjudul “Pesan Ibu Menjelang Pemilu” yang dibawakan dengan penuh penjiwaan oleh Sri Sumanta
Puisi karya Ryan Al Faridzi, salah satu punggawa Teater Gema Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) itu mengajak masyarakat agar ikut berpartisipasi pada Pemilu 2019 ini.

Bukan hanya dengan gambar, namun sentuhan seni berupa puisi menjadi pilihan bagi Bawaslu untuk menekan semangat untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

Sri Sumanta yang juga Komisioner Bawaslu Jateng itu, hadir dan ikut berpartisipasi dalam parade pembacaan puisi pemilu bersih dan bermartabat yang diselenggarakan oleh Bawaslu Demak.

“Tentunya kita sangat mengapresiasi kegiatan ini. Banyak hal yang bisa dilakukan sebagai upaya mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari pengawas partisipatif, salah satunya dengan parade puisi ini,” kata Sumanta, kepada Mediajateng.net, Senin (25/3).

Pemilu tinggal menghitung hari, pada 17 April nanti, masyarakat Indonesia akan merayakan pesta demokrasi serentak. KPU sebagai penyelenggara teknis maupun Bawaslu yang berperan dalam fungsi pengawasan sudah mempersiapakan segalanya untuk menyambut hajatan politik itu.

“Mari kita ikut menjadi bagian dalam proses pengawasan pemilu bersama Bawaslu,” ujarnya.

Acara parade pembacaan puisi di Kantor Bawaslu Demak yang dipandu oleh Ari Bubut dari PWI Demak itu berlangsung semarak.

Meski hujan turun malam itu, namun tak menyurutkan niat para hadirin untuk membacakan buku antologi puisi memyambut pesta demokrasi 2019 yang diterbitkan oleh Bawaslu Demak bersama PWI Demak.
Ketua Bawaslu Demak, Khoirul Saleh menyatakan bahwa penerbitan buku antologi puisi ” Bermula Kata Bermuara Pada Suara” diilhami dari sebuah inspirasi bahwa setiap kata mempunyai banyak makna yang ketika diuntai dengan rasa akan lebih menyentuh jiwa.
“Ada lebih 200 judul puisi karya 52 penulis yang mengungkap ide dan citanya lewat puisi,” kata Khoirul.

Bawaslu Demak , sambung Khoirul, berharap di puncak kepenatan bangsa dari berbagai variasi tawar dalam pesta demokrasi , buku antologi puisi ini dapat memberikan rasa lain yang menyentuh jiwa sehingga bangsa ini sadar akan pentingnya pemilu damai, bersih dan bermartabat.

“Dengan sosialisasi lewat buku puisi dan parade pembacaan puisi ini, kami berharap bangsa Indonesia, khusunya masyarakat Demak tergugah untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan,” ujarnya.

Sejumlah penulis hadir dan membacakan karyanya untuk ikut menyemarakan parade puisi yang kebetulan juga bertepatan dengan perayaan Hari Puisi Sedunia.
Parade puisi itu juga dihadiri Komisioner KPU Demak, PWI Demak, Komunitas Rumah Kita (Koruki) Demak, Teater Gema UPGRIS , Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) Kendal serta Komunitas Pojok Kidul Jepara.

Selain pembacaan puisi , pentas monolog oleh Wikha Setiawan dari pegiat Komunitas Pojok Kidul yang mementaskan karyanya sendiri berjudul “Duh” mampu menghipnotis para hadirin, sehingga lupa bahwa hujan malam itu masih mengguyur Kota Wali.mj/60