Peserta praktik pembidaian korban kecelakaan sebelum dilakukan evakuasi, saat pelatihan PP di Pusdiklat PMI Jateng. Foto : Dok PMI Jateng

PERTOLONGAN Pertama (PP) merupakan salah satu ketrampilan memberikan bantuan penanganan kepada korban cidera/sakit, dalam situasi darurat atau khusus. Dan juga pelayanan dasar yang dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk masyarakat.

“Banyaknya kejadian kecelakaan atau situasi darurat saat ini, ketrampilan Pertolongan Pertama merupakan tugas mulia sehingga perlu dijaga, dipelihara, dan disosialisasikan kepada masyarakat,” kata dokter Hartanto, Ketua Bidang Pelayan Kesehatan PMI Jawa Tengah saat menutup pelatihan PP di Pusdiklat PMI Jateng – Semarang, Sabtu siang (30/11).

Sesuai amanat Undang-undang Nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan bahwa pelayanan Pertolongan Pertama bagian dari dukungan pelayanan kesehatan PMI dalam kondisi kegawatdaruratan. “Petugas PMI dibekali ketrampilan PP untuk memberikan pertolongan saat terjadi kondisi darurat seperti kecelakaan dijalan maupun kejadian yang mengakibatkan korban manusia, agar mengurangi risiko cidera yang lebih parah,” pesan Hartanto kepada 35 peserta yang merupakan staf dan relawan PMI Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah.

PMI di Jawa Tengah telah memiliki layanan Ambulans Darurat 24 jam yang dapat diakses masyarakat secara gratis untuk situasi darurat seperti kecelakaan atau bencana. “Petugas PP bisa juga bergabung dengan tim Ambulans. Sehingga petugas harus terus dilatih agar berkompeten dan profesional dalam penanganannya,” imbuhnya didampingi fasilitator ahli PP dari unsur dokter dan perawat.

Fajarina Arum Hijriani, peserta dari Kabupaten Semarang mengungkapkan, pelatihan ini sangat membantu peningkatan pengetahuan PP petugas PMI. “Kami diberikan penguatan materi PP yang telah sesuai standarisasi saat ini, jadi bisa menambah pengetahuan saat memberikan pelayanan PP ada kejadian darurat di jalan seperti kecelakaan maupun orang sakit,” ujar Arum.

PMI dibeberapa kabupaten-kota juga melaksanakan sosialisasi dan pembekalan PP melalui beberapa komunitas di masyarakat seperti tim Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat), kelompok ojek, karang taruna dan kelompok lainnya.mj/50