Semarang,Mediajateng.net-Sementara saat dimintai keterangan Mbah Kaswan mengatakan nekat melakukan hal itu lantaran harus membayar angsuran bank serta menafkahi ketiga istrinya yang ada di tiga kota. Masing-masing Paliyem, warga Kabupaten Semarang, Sulastri, warga Pakintelan Gunungpati, serta Kartikasari warga Salatiga.

Menurut Kuswanto atau lebih akrab dipanggil mbah Kaswan Uang hasil Penipuan sebesar Rp.241 juta dibagikan kepada pelaku yang masih DPO yaitu Agus sebesar Rp.100 Juta, uang muka motor Beat Rp.5 Juta.

“Sisanya untuk pegangan, dan saya juga ngasih ketiga istri saya, saya bagi rata. Saya sebenarnya sudah bilang kalau saya tidak bisa menggadakan uang, tapi karesna disesak korban, dan perantara Agus saya akhirnya berbuat seperti itu,”ungkap Mbah Kaswan.

Mbah Kaswan menambahkan selama tiga bulan pelariannya dirinya bersembunyi dan berpindah-pindah tempat, hingga akhirnya ditangkap di sebuah klinik kawasan Unnes pada hari minggu (1/1) lalu.

“Rencananya saya mau jual rumah, untuk mengganti uang korban. Tapi saya keburu dilaporkan Polisi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Mbah Kaswan meminta maaf kepada korban atas perbuatan tersebut. Nasi sudah menjadi bubur, kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Mbah Kaswan harus menjalani hari-harinya di ruang tahanan Mapolrestabes Semarang. (MJ-303)

Comments are closed.