DEMAK, Mediajateng.net – Pemerintah Kabupaten Demak terus berkomitmen melakukan pembinaan terhadap koperasi yang ada di Kabupaten Demak.

Pembinaan yang dilakukan diantaranya dengan memberikan pelatihan koperasi, sarasehan anggota koperasi, penghargaan koperasi berprestasi dan penilaian kesehatan koperasi.

Berkat kerja keras semua pihak, pada tahun ini, Kabupaten Demak menerima penghargaan dari Menteri Koperasi RI, berupa tanda jasa Bhakti Koperasi dan UKM, yang diberikan kepada Bupati Demak karena keberpihakan bupati terhadap Koperasi dan UMKM.

Selain itu, juga mendapatkan
penghargaan lain yang diberikan kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pringgondani Madani, Gajah, sebagai koperasi berprestasi tingkat nasional tahun 2018.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak, tahun ini Kabupaten Demak mendapatkan dua penghargaan nasional, ” kata Kepala Dindagkop UMKM Demak, Siti Zuarin, dalam jumpa pers, Selasa (17/7/2018).

Selain koperasi, pembinaan juga dilakukan terhadap pelaku UMKM di Kabupaten Demak yang jumlahnya mencapi 29.695 UMKM, terdiri dari usaha mikro sebanyak 26.484, usaha kecil 2.809 dan usaha menengah 402.

” Mereka kita beri pelatihan kewirausahaan, promosi produk UMKM, Demak Expo, fasilitasi sertifikasi PIRT dan sertifikasi halal, ” ujarnya.

Selain mengukir prestasi, masih ada pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Dindagkop UMKM Demak, pasalnya masih ada seratus lebih koperasi di Kabupaten Demak yang bermasalah.

Dari data Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Dindagkop UMKM) Demak, dari 649 koperasi sebanyak 111 koperasi dinyatakan tidak aktif.

“Kita akui ada 111 koperasi tidak aktif. Sedangkan yang aktif ada 538 koperasi,” kata Budiyono, Kabid Koperasi Dindagkop UMKM Demak.

Menurutnya, meski tidak aktif, koperasi tersebut tidak serta merta dibubarkan. Pihaknya terus melakukan klarifikasi ke lapangan terkait keberadaan koperasi itu, termasuk kepengurusan maupun anggotanya.

” Ada beberapa koperasi yang tidak mau dibubarkan, ada anggotanya, pengurusnya, semua lengkap teasuk ad artnya, masih aktif tapi tidak dilaporkan ke dinas,jadi kita mis komunikasi, ” ujarnya.

Budiyono menambahkan, jika dilakukan klarifikasi tidak ada sanggahan dari pengurus dan anggota, maka koperasi yang tidak aktif itu akan dibubarkan.

“Tahun 2016 ada 76 koperasi yang kami bubarkan. Ke depan, koperasi harus lebih berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. Sedikit tidak masalah, ” terangnya.

Sementara itu, dalam rangka peringatan Hari Koperasi ke 71 tahun 2018 tingkat Kabupaten Demak, Dindagkop UMKM Demak menggelar serangkaian kegiatan, diantaranya , jalan sehat, sarasehan gerakan koperasi, Demak Expo dan penghargaan koperasi tingkat Kabupaten Demak.