DEMAK, Mediajateng.net – Sebagai daerah yang berada di wilayah pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa, letak Kabupaten Demak termasuk sangat strategis. Kondisi itu, tentunya merupakan keuntungkan bagi Demak karena masuk jalur utama ekonomi nasional. Dengan sejumlah potensi yang dimiliki baik di bidang pertanian dan perikanan, maupun wisata religi, Kabupaten Demak sekarang ini terus melakukan pembenahan di berbagai sektor.

Baik infrastruktur maupun sumber daya manusia terus dilakukan upaya pembenahan agar lebih professional dalam memberikan pelayanan kepada masyarkat.

Salah satu yang hendak ditunjukkan Demak di tingkat nasional adalah Gebyar Gelar Budaya Kerja dan Pesona Wisata Kabupaten Demak 2018.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai 24 – 26 Oktober 2018 itu, memotret atau mengekspos budaya kerja dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdi di Kota Wali. Bagaimana mereka para anggota Korpri itu memberikan pelayanan kepada publik, secara profesional

Selain memamerkan budaya kerja ASN, event yang baru pertama kali digelar ini, juga ditujukan untuk memperlihatkan kekayaan budaya dan wisata di Kota Wali, seperti Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, yang namanya telah mendunia.

Puluhan kabupaten dan kota serta perwakilan provinsi di sejumlah wilayah di tanah air, berbondong bondong datang ke Demak, untuk menyaksikan Gebyar Gelar Budaya Kerja dan Pesona Wisata Kabupaten Demak 2018.

Selain disuguhi aksi teatrikal budaya kerja ASN Demak dan mengikuti seminar nasional, para tamu undangan juga disuguhi aneka kuliner Demak , hasil kerajinan dan UMKM Demak serta berbagai atraksi kesenian.

Bupati Demak, M Natsir menyatakan bahwa, Kabupaten Demak merupakan sebuah daerah pesisir dan agraris dimana mayoritas penduduknya banyak yang mengandalkan dari hasil laut dan pertanian. Masyarakat Demak juga dikenal sebagai pribadi yang santun, ulet dan sangat kental unsur religiusnya.

“Ya, Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga menjadi andalan wisata religi yang jumlah pengunjungnya kedua terbesar di Jawa Tengah setelah Borobudur,” kata Bupati Natsir.

“Di masjid peninggalan para wali ini, pengunjung dapat berziarah di makam raja Demak serta mengunjungi museum Masjid Agung Demak. Di Masjid peninggalan para wali ini, kita dapat menggali dan belajar sejarah kerajaan Islam di Tanah Jawa. Sedangkan di makam Sunan Kalijaga , para pengunjung dapat berziarah di salah satu makam Walisongo. Ada juga makam apung Syekh Mudzakir di Desa Bedono Kecamatan Sayung,” lanjutnya.

Selain wisata religi, mereka yang datang ke Demak , juga dapat menikmati wisata bahari yang tidak kalah memukau. Demak juga memiliki wisata hutan mangrove yang dijadikan sebagai kawasan ekowisata, yakni tracking mangrove di desa Kedungmutih, Desa Babalan, Desa Menco dan Dukuh Onggojoyo Kecamatan Wedung, hutan mangrove di Kecamatan Bonang, hutan mangrove di Desa Tambak Bulusan , Kecamatan Karangtengah serta tracking mangrove di Desa Morosari dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung.

Hutan mangrove yang ada di Kabupaten Demak dikelola sedemikian rupa, sehingga mampu menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar. Salah satu diantaranya adalah dengan membuat tracking di sepanjang hutan mangrove.

“Saya berharap kepada seluruh tamu undangan bisa krasan (betah) berada di Kabupaten Demak. Kami menyelenggarakan gelar budaya kerja untuk perangkat daerah dan puskesmas. Kegiatan rutin tahunan ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong perangkat daerah agar meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

“Hanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terbaiklah , yang bisa mengikuti dan tampil dalam event bergengsi ini. Untuk itu, saya mengundang seluruh masyarakat agar bisa menyaksikan gelar budaya kerja ini, nantinya akan ada pertujukan teatrikal yang dipersembahkan oleh OPD yang memiliki pelayanan terbaik,” tandasnya.

Bicara di Level Nasional Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Singgih Setyono, menyatakan bahwa salah satu cara mengenalkan Demak di level nasional adalah dengan cara mengadakan event nasional juga. Menurutnya Demak termasuk wilayah yang menonjol sekali, dan memiliki prestasi yang terbaik dalam budaya kerja di tingkat Jateng.

“Saatnya Demak kita angkat di level nasional, dan saya yakin akan mendapat dukungan luar biasa dari semua pihak,”kata Singgih .

Menurut Singgih, gelar budaya kerja ini merupakan cermin dari kegiatan harian para ASN Demak. Melalui gebyar gelar budaya kerja ini, seluruh ASN diharapkan memiliki kinerja yang lebih baik, berintegritas tinggi, lebih baik tanggung jawab dan melayani masyarakat dengan cepat , tepat dan berkualitas.

“Harapan kita, ASN di Demak memiliki kinerja yang baik secara efisien, terutama dalam melayani masyarakat, tentunya melayani dengan hati dan juga berkualitas,” ujar Singgih.

“Mari bersama-sama kita jaga dan semarakkan event skala nasional ini. Ada seminar terkait kinerja ASN, kuliner , kerajinan serta atraksi seni dari dari daerah lain. Silakan datang ke pendopo, ini bisa jadi hiburan yang sangat menguntungkan bagi masyarakat,” pungkasnya.