SEMARANG, Mediajateng.net – Empat tahun pengucuran dana langsung ke desa oleh pemerintah pusat, berdampak pada pembangunan desa dan bukan hanya pembangunan di desa.

Peningkatan secara signifikan dirasakan secara nyata baik di sektor fisik maupun sektor ekonomi. Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tranmigrasi Eko Putro Sandjojo di depan ribuan pendamping desa se Jawa Tengah, Kamis (22/11/18) menjelaskan 4 tahun desa mampu bangun sesuatu yang belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia.

“Dunia juga kaget bahwa desa yang jumlahnya mencapai 74.957 di 17 ribu pulau bisa serempak kelola dana desa. Hasil nyata berupa jalan desa mencapai 158.000 km ini tidak pernah terjadi dalam sejarah Indonesia,” katanya di Hotel Satos, Kota Semarang.

Pembangunan fisik lainya seperti membangun sarana air bersih hampir 1 juta unit. Membangun MCK lebih 170 ribu unit puluhan ribu PAUD, saluran air bahkan BUMdes.

“Bank dunia menjadikan model dana desa di Indonesia sebagai model untuk desa-desa untuk pembangunan desa di negara lainya binaan Bank Dunia,” katanya.

Capaian ini tidak mudah tidak jarang kita dibuli. Ada hasil kerja keras hingga kepelosok desa. Keberadaan pendamping desa menjadi salahsatu faktor atas keberhasilan pembangunan yang merata hingga ke pelosok desa.

“Pendampingan desa tidak mudah. Ada pendamping desa yang harus naik. Satu pendamping desa mendampingi empat desa,” tambahnya.

Tidak saja disektor fisik, namun di Indonesia selama 4 tahun telah terjadi pengurangan kemiskinan cukup signifikan yakni 9,82%.

“Yang membanggakan penurunan kemiskinan di desa besarnya 2 kali lipat dari penurunan kemiskinan di kota. Jika di kota penurunan 580 ribu, penurunan kemiskinan di desa lebih dari 1,2 juta,” katanya.

“Jika hasil ini dipertahankan maka jumlah kemiskinan di desa akan lebih kecil dibanding di kota,” katanya optimis.
Pertumbuhan positif di desa, juga berdampak pada angka pengangguran terbuka.

“Angka penganggutan terbuka di kota 6 lebih sedang di desa hanya 3,70 persen. Hampir 4 tahun di desa terjadi peningkatan perkapita hampir 50% jika di tahun 2014 hanya Rp 572 ribu tahun ini pendapatan perkapita di desa Rp 800 ribu,” imbuhnya.

Jika kondisi kita pertahankan, Mendes optimis 6 tahun ke depan perkapita akan lebih dari dua juta. Desa akan memiliki pendapatan Rp 2 juta di kali 150 juta jumlah masyarakat desa maka desa memiliki pendapatan Rp 300 triliun satu bulan.