Semarang Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diminta Waspada

0

Semarang, Mediajateng.net, – Cuaca ekstrem disertai hujan deras yang terjadi di Kota Semarang dalam kurun waktu satu minggu ini, menuntut kewaspadaan tinggi. Menyikapi hal tersebut, kalangan DPRD Kota Semarang meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap ancaman bencana.

Seperti yang disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Semarang,Rukiyanto, bencana tanah longsor dan banjir menjadi ancaman yang kerap terjadi di Kota Semarang. Kewaspadaan terhadap potensi bencana penting, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah-daerah yang rawan bencana.

“Curah hujan yang tinggi berpotensi menyebabkan bencana seperti banjir, angin puting beliung dan longsor. Masyarakat yang tinggal di sekitar perbukitan kami harapkan untuk mewaspadai ancaman longsor ini,” katanya, Senin (24/2).

Terkait potensi bencana banjir, politisi PDI Perjuangan ini berharap pihak kecamatan dan kelurahan rutin melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tak membuang sampah sembarangan. Sampah yang memumpuk, dikatakannya mengganggu operasional mesin pompa dan menyebabkan banjir.

Sementara terkait antisipasi ancaman longsor, pemerintah diruntut bersikap tegas untuk mengamankan wilayah hijau dari alih fungsi lahan.

“Kawasan hijau jangan sampai berubah fungsi, seperti jadi kawasan perumahan dan penambangan. Pemerintah harusnya tegas dalam mempertahankan kawasan hijau ini,” tambahnya.

Sebelumnya, Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono mengatakan, puluhan kelurahan di Kota Semarang masih rawan banjir maupun tanah longsor.

Wilayah barat yang rawan terjadi banjir antara lain Kelurahan Mangunharjo, Mangkang Kulon, Mangkang Wetan, Wonosari, Tambakharjo, Karanganyu, Tawangmas, dan Tawangsari. Kemudian untuk wilayah utara dan tengah antara lain Panggung Lor, Kuningan, Bandaeharjo, Tanjung Mas, dan Sekayu.

Sementara wilayah timur yang berpotensi banjir antara lain Mijen Mlatiharjo, Bugangan, Kaligawe, Tambakdalam, Terboyo Wetan, Terboyo Kulon, Trimulyo, Genuksari, dan Banjardowo.

Tak hanya banjir, pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap bencana tanah longsor. Terutama masyarakat yang tinggal di daerah tinggi, seperti Gunungpati, Gajahmungkur, Tembalang, dan Candisari. (ot/mj)