SEMARANG, Mediajateng.net, – Debat kandidat calon Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang sebaiknya diselenggarakan oleh pihak yang netral. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari keberpihakan dalam debat, karena masing-masing calon ketua akan menyampaikan visi misi mereka.

Demikian disampaikan Ketua KNPI Kota Semarang, Choirul Awaludin menanggapi debat calon ketua yang diselenggarakan sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) menjelang Musyawarah Kota (Muskot) KNPI. Menurutnya, debat kandidat bisa menjadi ajang yang penting bagi para kandidat calon ketua dalam menyampaikan visi misi mereka  dihadapan para OKP dan masyarakat yang hadir.

“Sebenarnya jauh-jauh hari kami sudah menawarkan agenda debat kandidat. Sekarang jelang muskot mau gelar debat, mepet waktunya khan. Tapi intinya kami mempersilahkan OKP yang ingin menggelar debat namun alangkah baiknya yang menyelenggarakan itu lembaga independen agar netral seperti media televisi atau media massa lainnya atau panitia Muskot itu sendiri,” ujarnya.

Choirul menambahkan, pentingnya penyelenggara yang netral dalam debat itu agar semua OKP dan masyarakat ikut menyaksikan para kandidat menyampaikan visi misi mereka. Para panelis yang dihadirkan juga ikut netral yakni berasal dari unsur KNPI tingkat kota dan provinsi dan tokoh kepemudaan di Semarang.

“Kalau yang gelar debat itu hanya sejumlah OKP dan tempatnya di kafe atau restoran maka yang nonton hanya OKP yang hadir, masyarakat tidak bisa ikut menyaksikan. Apalagi tim juri atau panelis dari salah satu pihak kandidat, makin tambah kurang netral nantinya,” bebernya.

Oleh karena itu pihaknya berpesan kepada semua OKP yang akan menggelar debat untuk memperhatikan hal tersebut agar debat para kandidat berjalan lancer tanpa menyudutkan salah satu calon ketua.

Hal yang sama juga disampaikan salah satu kandidat, Aditya Pratomo. Menurutnya, netralitas penyelenggara debat menjadi hal yang penting agar tidak merugikan semua kandidat. Penyampaikan visi misi menurutnya, adalah agenda penting untuk disampaikan kepada semua OKP sehingga menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan.

“Tim panelis atau tim juri juga sebaiknya dari berbagai unsur agar tidak memihak salah satu calon. Penyelenggara juga netral misalkan dari media televisi, bisa ditonton banyak orang. Semua bisa melihat dan menilai mana yang layak jadi pemimpin,” kata mantan Ketua Hipmi Kota Semarang ini.

Seperti diketahui menjelang Muskot KNPI Kota Semarang yang akan digelar pada 29 November 2019, sejumlah OKP menggelar debat kandidat. Hal itu dimaksudkan agar semua OKP mengetahui visi misi dan program kerja para kandidat apabila nantinya terpilih menjadi calon Ketua KNPI Kota Semarang periode 2019 – 2022.  (ot/mj)