DEMAK, Mediajateng.net – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) harus siap menjadi panglima dalam pemilu Indonesia, terutama dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018.

Sehingga pesta demokrasi yang rencananya digelar pada 27 Juni mendatang, melahirkan pemimpin Jawa Tengah yang berkualitas dan berintegritas.

Hal itu disampaikan oleh Fuad Hidayat, Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Panwas Demak, Rabu (21/2/2018).

Dalam monitoring itu hadir pula anggota Komisi A DPRD Jateng, Jasiman, Aliman Surhadi, Amir Darmanto, Bambang Joyo, Romly, Anisa Devi Ika Natalia dan Joko Harianto.

Rombongan ditemui langsung oleh Ketua Panwas Kabupaten Demak, Khoirul Saleh, Komisioner Panwas Demak , Ulin Nuha dam Lispiatun.

Menurut Fuad, sampai saat ini masih banyak pemimpin yang dipilih oleh rakyat terkena masalah, salah satu faktor kegagalan demokrasi itu karena masih adanya money politik.

Sebagai panglima demokrasi, posisi panwas sangat vital, karena harus menjalankan idealisme bersama. Jika nanti saat Pilgub Jateng ada money politik harus dilawan bersama sama.

“Kita semua berharap Panwas sebagai panglima demokrasi dapat melakukan marwahnya dalam mengejar kualitas,” kata Fuad.

Ketika menerima temuan money politik , sambung Fuad, Panwas harus berani membawanya ke persidangan, jika Panwas dapat menunjukkan taringnya maka masyarakat akan tahu.

“Panwas harus berani melakukan tindakan tegas dalam setiap temuan pelanggaran,” tandasnya.

Rakyat mengharapkan agar penyelenggaraan Pilgub Jateng tidak hanya kondusif , namun juga menghasilkan pemimpin yang berkualitas, terlebih untuk pengawasan pemilu di Jateng telah dianggarkan sebanyak Rp297 Miliar.

“Anggaran itu tidak kami rasionalisasi sedikitpun, agar panwas dapat bekerja dengan baik sehingga Pilgub Jateng berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kekhawatiraan sejumlah pihak akan adanya mobilisasi PNS, Panwas harus benar benar maksimal menjalankan fungsi kepengawasannya dan bertindak tegas tanpa pandang bulu.

“Kami ingin netralitas Panwas bisa dipegang teguh diatas segala galanya, apalagi Panwas merupakan tonggak demokrasi,” ucapnya.

“Kami ingin penyelenggaraan Pilkada Jateng sukses dan pemenenang nantinya, beban morilnya pada masyarakat tidak terlalu tinggi,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panwas Demak , Khoirul Saleh, menyatakan bahwa, didalam bekerja Panwas Demak bekerja mengedepenkan prinsip mahkota Panwas yakni sinergitas, integritas, moralitas dan profesionalitas.

“Kami memegang prinsip, tak pandang bulu dalam menegakkan aturan,” kata Khoirul.

Terkadang dalam menjalankan tugas kepengawasan dilapangan, Panwas selalu dalam posisi dilematis, pada saat tak ada pelanggaran maka Panwas dianggap tidak bekerja, akan tetapi pada saat banyak temuan pelanggaran dianggap terlalu.

“Tapi, sekarang masyarakat sudah mengetahui dan mengenal Panwas, seiring dengan perubahan pola pikir masyarakat,” tutupnya.