Semarang – mediajateng.net

Dua keluarga yang masih bertetangga di Jalan Udowo Barat I terlibat perselisihan Sabtu (8/7) sekira pukul 19.00. Akibatnya salah seorang diantaranya tewas yang diduga akibat lemparan paving yang mengenai pundak. Korban tewas tak lama usai cekcok.

Korban bernama Joko (48) warga Jalan Udowo Barat I no. 33 Rt 04 Rw. 09 kel. Bulu Lor Semarang. Korban tewas jatuh saat berboncengan mengendarai sepeda motor di jalan. Diduga korban tewas setelah terkena lemparan paving yang dilakukan oleh Kusman alias Usman yang masih tetangganya di Jalan Udowo Barat I /39.

Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara AKP Hengki Prasetyo saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa perkelahian antar tetangga ini. Hengki menyebut peristiwa itu dipicu oleh teguran Oky yang tak lain adalah menantu dari Usman saat melintas di depan rumah Korban Joko

” saat itu oky bilang pada korban kenapa melotot, dijawab kamu anak kecil jangan kurang ajar, tak lama oki pulang ke rumah membawa potongan besi. bersamaan mertuanya Usman yang saat itu pulang kerja melihat percekcokan, Disini dua keluarga terlibat perkelahian,” ungkap Hengki saat dihubungi melalui ponselnya minggu (9/7).

IMG-20170709-WA0000

Saat teejadi perkelahian itu Kusman alias usman melempar sepeda ontel ke arah Joko tapi meleset. Melihat ayahnya dilempar sepeda, Jati Prakosa yang tak lain anak korban, langsung merangsek maju dan terlibat saling tendang dengan Usman

” Setelah berkelahi dengan Jati usman masih sempat melempar Paving ke arah Joko dang mengenai pundaknya,” imbuh Hengki

Hengki menambahkan keributan antar dua keluarga itu sempat dilerai para tetangganya. Selang 30 menit Joko berboncengan dengan istrinya hendak menuju ke rumah temanya, namun sampai di kawasan Tanah mas Joko jatuh tak sadarkan diri.

“korban langsung dibawa ke runah sakit Bhakti Wira Tamtama (RST), dari hasii pemeriksaan korban meninggal akibat luka di punggung,” ujarnya

Tidak butuh waktu lama petugas reskrim Polsek Semarang Utara langsung menangkap Kusman alias Usman untuk dilakukan pemeriksaan dan penyidikan. Sementara untuk Oky masih sebatas menjadi saksi karena tidak terlibat langsung perkelahian dengan korban. (MJ-303)