GROBOGAN, Mediajateng.net – Tidak seperti biasanya yang dilakukan para anggota polisi wanita (Polwan) Polres Grobogan. Pasalnya, sebanyak 46 anggota Polwan tidak melakukan tugasnya di jalan raya seperti hari biasanya. Senin (20/8/2018) pagi, bertepatan dengan Hari Polwan ke 70, jajaran Polwan Polres Grobogan yang dikomandani Kanit Dikyasa Satlantas Polres Grobogan, Iptu Umbarwati, datang ke SMKN 1 Purwodadi.

Kedatangan mereka dalam rangka mengikuti upacara bendera bersama para siswa SMKN 1 Purwodadi. Di sekolah yang berada di Jalan Diponegoro, Purwodadi ini, secara khusus Iptu Umbarwati menjadi inspektur upacara (Irup). Dalam sambutannya, Iptu Umbarwati memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada para siswa. Hadir juga dalam upacara ini kepala sekolah beserta para guru SMKN 1 Purwodadi

Menurut dia, penyalahgunaan narkoba juga terjadi di kalangan pelajar. Baik di tingkat SD, SMP, hingga SMA. Hal itu dirasanya menjadi permasalahan yang serius, kompleks dan sangat meresahkan Bangsa Indonesia.

“Dari data yang di peroleh pasda tahun 2017 disebutkan bahwa angka penyalahgunaan di tingkat pelajar sebesar 24% dari total jumlah penyalahgunaan narkoba. Artinya terdapat sebesar kurang lebih 800.000 orang pelajar dari 3.376.115 orang penyalahgunaan narkoba yang merupakan kelompok coba pakai,” papar Iptu Umbarwati.

Selain memaparkan tentang bahaya narkoba, Iptu Umbarwati juga menjelaskan bahaya globalisasi dan kemajuan teknologi informasi. Menurut istri dari AKP Zaenuri ini, adanya kemajuan globalisasi dan teknologi informasi ini dapat memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan manusia.

“Tidak hanya mempermudah berbagai aspek kehidupan manusia, tetapi juga menimbulkan berbagai dampak negatif yang harus kita antisipasi. Contoh nyata dari kemajuan teknologi bisa terjadi melalui media sosial yang kerap dipergunakan untuk ujaran kebencian, hasutan bahkan melakukan tindakan bullying di dunia maya atau biasa disebut cyber bullying,” tambah anggota polwan yang dikenal kalem ini.

Iptu Umbarwati menambahkan perilaku bullying ini seolah-olah sudah menjadi suatu budaya yang melandasi cara pikir, merasa dan bertindak pada anak-anak usia sekolah. Di era globalisasi tersebut, mereka yang melakukan tindakan tersebut tidak pernah memikirkan dampak perbuatannya.

“Karena yang mereka cari ini hanyalah kepuasan. Kalau kondisi ini dibiarkan tanda tindakan nyata akan memelihara bibit-bibit pro kekerasan. Bahkan, berpotensi terjadinya gesekan, konflik sosial, serta disintegrasi bangsa,” katanya.

Karena itu, tambah dia, lembaga Polri dan komunitas sekolah memiliki tugas mulia untuk saling bersinergi secara optimal melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan perilakui bullying serta upaya pencegahan.

“Pelajar bebas narkoba akan memiliki pemikiran yang cerdas, mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, kreatif, inovatif, dan memiliki semangat juang. Selain itu, aka nada sikap welas asih, tenggang rasa, sehingga akan tercipta kondisi masyarakat yang aman, tertib, damai, cerdas dan sehat,” tambahnya.

Selain itu, Iptu Umbarwati menyampaikan ucapan terima kasih dari Pakor Polwan Polri kepada para institusi pendidikan di Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Grobogan.

“Terima kasih kepada kepala sekolah beserta para guru serta pengurus sekolah yang mefasilitasi terselenggaranya kegiatan ini. Kepada siswa-siswi terbaik bangsa ini, Pakor Polwan juga berharap jaga dan tingkatkan terus keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Mahaesa. Jadilah relawan stop bahaya narkoba dengan menjaga diri, menanamkan sikap tenggang rasa, welas asih dan empati untuk tidak menyakiti orang dan jadilah anak kebanggaan orang tua, guru, masyarakat dan bangsa,” pungkasnya. (Ag-MJ)