Catut PT Ternama, Kuisioner Ini Diduga Palsu

Grobogan, Mediajateng.net – Masyarakat di Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh resah setelah mendapatkan edaran kuisioner yang diduga palsu. Terlebih, kuisioner tersebut mencatut sebuah Perguruan Tinggi (PT) ternama di Yogyakarta.

Menurut seorang warga, kuisioner tersebut dibawa oleh seseorang yang mengaku sebagai mahasiswa dari PT tersebut sepekan lalu. Mereka mengaku dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta.

Dari informasi yang dihimpun mediajateng.com, para ‘mahasiswa’ ini membawa surat untuk melakukan penelitian dan wawancara pada sejumlah warga di desa tersebut. Isi kuisioner tersebut lebih memfokuskan pada calon kepala desa.

Di dalam surat tersebut dituliskan UPN Veteran Yogyakarta menugaskan Anwar Kusuma dengan Nomor Induk Mahasiswa 153016009. Surat tersebut ditandatangi Koodinator Tim Riset Benny Aji S, SIP dan Kepala Desa Pilangpayung tanpa ada nama pejabatnya, serta berstempel Pemdes setempat.

’’Waktu izin di RT, saya melihat suratnya aneh. Kami pun langsung menanyakan legalitas dari surat tersebut. Saat dimintai keterangan, mereka juga pandai berkelit,’’ kata warga yang namanya enggan disebutkan namanya, Selasa (4/9/2018) kemarin.

Mengetahui keganjilan tersebut, warga tersebut langsung menghubungi nomor telepon yang tertera di kop surat tersebut untuk meminta konformasi terkait kegiatan penelitian di desa Pilangpayung. Namun, nomor itu tidak tersambung.

Nihil saat PTN tersebut dihubungi, warga langsung meminta identitas tiga orang tersebut, baik kartu tanda mahasiswa maupun KTP. Namun, ketiganya berkelit tidak membawa identitas yang diminta warga. Saat ditanya, mereka mengaku berasal dari Blora dan Pekanbaru.

’’Kami kemudian menanyakan kegiatan tersebut ke UPN melalui email resmi. Ternyata langsung ditanggapi. Dalam balasan email itu, bagian LP2M UPN Veteran Yogyakarta tidak pernah mengeluarkan surat tugas pada nama yang tercantum dalam surat untuk melakukan penelitian di Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh,’’ katanya.

Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan, Daru Wisakti, saat dikonfirmasi mengenai surat penelitian yang meresahkan itu mengaku tidak tahu-menahu. Justru, Daru baru mengetahui adanya kegiatan penelitian itu di Desa Pilang Pilangpayung.

Menurut dia, kegiatan riset maupun penelitian harus seizin dari Kesbanglinmas atau Pemerintah Kecamatan.

’’Itu palsu, masak surat tugas tidak jelas siapa yang menugaskan. Kami juga tidak menggandeng universitas manapun untuk melakukan riset atau penelitian tentang pemilihan kepala desa. Ini baru pertama kali terjadi, sebelumnya tidak ada,’’ katanya.

Adanya surat palsu ini, Daru berpesan pada masyarakat dan pemerintah desa agar berhati-hati terhadap orang-orang yang berniat memengaruhi pelaksanaan Pilkades.

’’Warga masyarakat, pemerintah desa, dan BPD kami imbau untuk berhati-hati dengan munculnya hal seperti ini,’’ ujarnya. (Ag-Mj)

Comments are closed.