Semarang – mediajateng.net

Senyum bahagia penuh haru terlihat dari bibir mungil Antono Rehan Maulana (11) dan kedua orang tuanya. Warga desa Jagapura Rt 003 RW 03 Kec. Kersana Kab. Brebes setelahi operasi Collostomi selesai dilaksanakan di RS Dr. Karyadi Semarang yang difasilitasi oleh Kapolres Brebes AKBP Sugiarto Pada Senin (4/9) yang lalu.

Selama 10 tahun Rehan mempunyai penyakit Megakolon Koningetal yaitu gangguan usus sehingga tidak bisa buang air besar atau kentut lewat anus dan menjadi minder dihadapan rekan sebayanya karena dari perutnya mengelurkan bau tak sedap. Rehanpun sempat tak mau berangkat sekolah selama tiga bulan.

IMG-20170909-WA0001

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto mengatakan bantuan operasi Collostomi ini setelah sebelumnya mendapatkan indormasi dari Babinkamtibmas desa Jagapura Kabupaten Brebes bahwa ada seorang bocah yang sudah 10 tahun menderita penyakit tidak mempunyai anus dan tidak ada penanganan dan pengawasan khusus karena himpitan ekonomi.

” Kebetulan kita di Brebes mencanangkan program SETHIA yangempunyai arti Simpati, Empati, Tegas, Humanis, Inovatif Akuntabel. Saya mengajak jajaran agar anggota Polri berEmpati terhadap kesulitan yang dialami masyarakat dan bersikap Humanis, sehingga akan menjadi insan Polri yang mendapat Simpati di masyarakat sehingga akan membangun kepercayaan masyarakat kepada Polri,” tegas mantan Kasat Reskrim Polrestabes Semarang ini saat dihubungi melalui ponselnya Minggu (10/9)

Saat berkunjung ke rumah Tarjo ysng merupakan orang tua Rehan, AKBP Sugiarto sempat meneteskan air mata mendengar keluhan dan kondisi yang terjadi. Atas dasar itu mantan Kapolres Rembang meminta Bhabinkamtibmas setempat untuk mengurus dan mendampingi Rehan ke RSUP Dr. Karyadi.

IMG-20170909-WA0003

“mulai dari pemeriksaan medis di RS. Brebes hingga pelaksanaan operasi di RSUP DR. Karyadi Babhinkamtibmas dan anggota lainya yang mengurus dan menunggu hingga selesai,” imbuhnya

Setelah menjalani penangangan selama 8 jam operasi Collostomi akhirnya sukses dan Rehan beejanji akan kembali ke sekolah yanh sudah tiga bulan ditinggalkan tanpa harus minder dihadapan kawan-kawanya. Hanya satu kalimat yang keluar dari mulut Rehan “Terimakasih pak Polisi”. (MJ-303)