SEMARANG, Mediajateng.net –  Sebagai daerah yang pernah menjadi wilayah karesidenan, daerah Pati sebenarnya menyimpan banyak potensi. Sayangnya, dari potensi yang ada itu kurang tergarap secara maksimal.

Demikian disampaikan caleg dari Jawa Tengah, Dr. Widhi Handoko, SH, SpN menanggapi sejumlah potensi di wilayah Pati. Menurutnya, ada lima hal penting yang belum terangkat di daerah Pati yang sebenarnya bisa digarap oleh pemerintah daerah, provinsi maupun pusat.

“Lima hal itu yakni membangun jalan tol, pelabuhan, bandara, stasiun kereta api dan pendidikan dengan membangun Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Itu semua belum tergarap maksimal dan saya yakin bisa diwujudkan,”ungkapnya kepada mediajateng.net di Semarang, kemarin.

Widhi mengatakan, pembangunan infrastruktur di daerah Pati sangat diperlukan mengingat arus lalu lintas perdagangan dan logistik selama ini harus melalui Kota Surabaya terlebih dahulu. Dengan demikian ongkos transportasi lebih mahal sehingga daerah Pati perlu dibangun jalan tol, pelabuhan, bandara dan stasiun kereta api.

“Juwana harus menjadi pelabuhan internasional agar kapal besar dari luar pulau bisa masuk. Selama ini pelabuhan Juwana hanya untuk tempat bersandar kapal-kapal kecil,” kata politisi PDIP ini.

Untuk jalur kereta api kata dosen Undip ini, perlu dibangun stasiun mengingat selama ini Pati hanya dilewati saja sehingga tidak ada aktivitas penumpang dan bongkar muat barang.

“Kalau ada stasiun kereta khan bisa menaikkan dan menurunkan penumpang. Begitu pula dalam hal pengiriman barang. Karena jalur darat melalui truk dan sejenisnya, lebih mahal ongkosnya,” tambahnya.

Sedangkan untuk arus lalu lintas jalur udara, Widhi Handoko yang juga akademisi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini mengatakan, sangat dimungkinkan dibangun bandara di daerah Pati. Menurutnya, secara geografis memungkinkan seperti halnya Kota Semarang dan sekitarnya, yang letaknya sama-sama di pesisir pantai utara Jawa.

Yang terakhir, hal penting lainnya adalah soal Pendidikan. Menurut Widhi, Pati merupakan salah satu daerah yang banyak dijumpai warga yang berprofesi sebagai nelayan dan petani. Wilayah pesisir di daerah tersebut menjadikan banyak warga memanfaatkan potensi hasil laut sebagai mata pencaharian mereka.

Namun sayangnya, ketersediaan sumber daya alam tersebut kurang diimbangi dengan penyediaan fasilitas pendidikan dan keilmuan yang lebih memadai. Sehingga potensi perikanan dan kelautan yang ada, belum sepenuhnya tergarap optimal.

Kata Widhi, sudah saatnya di Kabupaten Pati, didirikan kampus negeri. Dengan tujuan agar warga setempat bisa lebih mudah mengenyam ilmu untuk mengembangkan potensi daerah.

“Selama ini warga Pati yang ingin kuliah terkait ilmu perikanan dan pertanian, harus merantau ke Kota Semarang, Solo, Jogjakarta. Fenomana itu tidak bisa dihindari karena di Pati tidak ada kampus negeri yang menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai,” ujarnya.

Widhi mengatakan, sudah selayaknya di wilayah Pati segera didirikan kampus negeri yang disesuaikan dengan kondisi setempat, yakni universitas negeri yang menyediakan fakultas perikanan dan pertanian.

“Tidak harus bangun kampus negeri baru. Undip, Universitas Negeri Semarang (Unnes), atau universitas negeri lain bisa membuka fakultas di sana. Tujuannya sekali lagi, untuk mendekatkan ilmu akademik kepada warga Pati. Kalau dekat, kan setelah lulus, ilmunya bisa langsung diimplementasikan,” papar Ketua DPW Gerakan Nelayan Tani (GANTI) Jateng ini.

Dari Fakultas Perikanan dan Pertanian, termasuk Peternakan, akan ada bidang ilmu yang lebih spesifik yang diajarkan. Seperti budidaya ikan air tawar, industri ikan, pertenakan serta perkebunan, dan lain sebagainya.

“Itu yang dibutuhkan warga Pati. Lima hal penting yang sudah saya sebutkan tadi. Dan sampai saat ini belum diperjuangkan secara maksimal. Melihat potensi yang ada saya yakin bisa diwujudkan” kata Widhi penuh optimis. (ot/mj)