Semarang- mediajateng.net

Turunnya harga cabai rawit, cabai merah, beras , bawang putih, dan tarif pulsa komunikasi, telah mendorong terjadinya deflasi di seluruh wilayah Jawa Tengah. Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, Margo Juwono, mengatakan selama bulan Maret 2017 ini telah terjadi deflasi di angka 0,12 %. Meski terjadi deflasi, BPS Jawa Tengah juga mencatat masih ada kontribusi besar kenaikan harga di sejumlah sektor yang menyebabkan deflasi tidak relatif besar.

“Kenaikan tarif listrik, tukang bukan mandor, rokok kretek filter, batu bata, dan BBM, menjadi penyumbang terjadinya inflasi.” Katanya

Kelompok listrik dan bahan bakar pada bulan Maret 2017 mengalami inflasi sebesar 0,45 persen dibandingkan bulan Februari 2017 sebelumnya, yang mencatat inflasi sebesar 1,09 persen. Inflasi menurut kelompok ini, dalam catatan BPS Jawa Tengah terjadi pada sub kelompok bahan bakar dengan kenaikan Pertamax dan Pertalite.

Badan Pusat Statistik Jawa Tengah mencatat deflasi terjadi di semua kota, dengan angka tertinggi terjadi di wilayah kota Surakarta sebesar 0,15 % diikuti kota Semarang di angka 0,14 %, dan terendah ada di kota Purwokerto sebesar 0,01 %. (MJ-202)