Semarang – mediajateng.net

Kecelakaan lalu lintas karambol kembali terjadi di Semarang, Rabu (13/9) pam di jalan Sultan Agung, atau tepatnya di pertigaan pintu masuk komplek Akademi Kepolisian.

Ada 4 kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan dua pengendara motor itu. Bus pariwisata yang mengangkut 18 penumpang, dua sepeda motor, dan mobil kijang Inova.

IMG-20170913-WA0001

Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa terjadi sekitar pukul 07.45. Saat itu bus Prima Santosa yang memuat peziarah dari Pasuruhan, keluar dari hotel Norman, ingin melanjutkan perjalanan ke Pekalongan.

“Habis menginap, mau ke pekalongan, tapi saat keluar dari hotel bus jalannya sudah enggak enak, apalagi jalanan menurun, lalu saya loncat keluar,” ujar kernet bus, Sony (34) di lokasi kejadian.

Lalu bus yang dikendalikan M Sufar itu melaju turun, kemudian berbelok ke arah jalan Sultan Agung. Ketika di jalan tersebut, bus berplat nomor N 7735 UT tersebut makin tak terkendali.

“Melihat ada banyak mobil berhenti di lampu merah pertigaan semeru, bus diarahkan ke kanan atau ke arah yang berlawanan, saat itulah, bus menghantam sepeda motor Honda Beat dan menghantam lagi sepeda motor Yamaha Vixion,” kata Kanit Laka Lantas Polrestabes Semarang AKP Sugito di lokasi.

Honda Beat berplat nomor H 3601 AWG terseret bus, yang kemudian bus menghantam sisi kanan mobil Inova H 8543 MY yang melaju dari jalan Semeru. Hingga akhirnya bus yang masih menyeret motor itu menabrak parit.

“Dua pengendara motor tewas di tempat dengan cidera berat, dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Dr Kariyadi,” kata Sugito.

Pengendara Honda Beat atas nama David Widi (33) warga kompleks Akpol, dan pengendara Yamaha Vixion atas nama Eko Susilo (34) warga Lempongsari, Semarang.

“Penyebab kecelakaan masih kita selidiki, namun sopir sudah kita amankan di kantor untuk meminta keterangan. Dugaannya, kelalaian pengemudi,” pungkas Sugito. (MJ-303)