Semarang – mediajateng.net

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi selama 3 jam menjalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan kasus korupsi pemotongan insentif manajerial RSUD Kraton Tahun 2014-2016 di ruang penyidikan Direktorat Resese Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, Jalan Sukun Raya, Banyumanik, Semarang ,Jum’at (3/2). Asip diperiksa dari pukul 14.00 dan baru keluar dari ruang penyidikan pada pukul 17.00.

Dari keterangan Asif Kholbihi, dalam pemeriksaan tersebut penyidik memberi 31 pertanyaan terkait tupoksi Bupati, kedudukan Bupati secara struktur di badan layanan umum daerah terutama rumah sakit kraton

“Saya dilantik bulan juni 2016. Penyidik menanyakan mekanisme pengelolaan RSUD Kraton yang berkaitan dengan kebijakan keuangan,”jelasnya.

Disinggung mengenai uang sebesar Rp.90 juta yang diberikan bendahara RSUD Kraton pada saat menjabat, Asip tak menampiknya. Uang tersebut diberikan pada bulan Desember 2015 yang lalu

“Saya pernah menerima Rp.90 juta dalam tiga kali penerimaan, namun sudah dikembalikan bulan Januari. 2016 “sempat mampir” bulan desember 2015 .Tidak diberikan per bulan, itu juga ditanyakan penyidik,”imbuhnya

Asip menambahkan, siapapun yang sekarang diperiksa harus memberikan keterangan yang jujur. Momentum ini untuk pembenahan internal. Untuk kebijakan finansial Asip akan segera melakukan pembenahan RSUD Kraton termasuk penggantian banyak pejabat. (MJ-303)