SEMARANG, Mediajateng, – Setelah pemanggilan sejumlah pihak terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan majalah dinding (mading) elektronik di Kabupaten Kendal tahun anggaran 2016, kini giliran Bupati Kendal Mirna Annisa dimintai keterangannya di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Rabu (26/9).

Mirna tiba di Kantor Kejati Jateng di Jalan Pahlawan, Semarang sekitar pukul 09.00 WIB bersama dengan Sekda Kendal, M. Toha dan pejabat lain. Dan tanpa diketahui para awak media, Mirna meninggalkan Kantor Kejati sekitar pukul 13.30 WIB.

“Ya benar yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi. Bupati mengakui ada kegiatan pengadaan proyek mading elektronik,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Kusnin.

Kusnin menjelaskan, dalam proyek anggaran tersebut terdapat perangkat mading elektronik di SMP yang diduga bermasalah, yakni diketahui menggunakan perangkat lunak palsu.

“Jadi ada dugaan menggunakan perangkat lunak palsu. Dari jumlah 30 unit untuk 30 SMP, hanya satu yang dinyatakan asli,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap kasus tersebut, Kejati Jateng sudah menetapkan dua orang tersangka. Dua orang tersangka yakni merupakan dari PPKom, dan pihak rekanan. Terkait kasusnya, Kusnin belum bisa menjelaskan termasuk jumlah kerugian.

Diketahui, Bupati Mirna diperiksa sekitar 3 jam. Hingga selesai pemeriksaan, para wartawan tidak bisa meminta konfirmasi karena tidak mengetahui Bupati tersebut meninggalkan gedung Kejati Jateng, yang diduga menggunakan mobil lain. (ot/mj)

2 KOMENTAR

Comments are closed.