KUDUS, Mediajateng.net- Apa yang menarik dari sosok bunga sepatu sehingga membuat mahasiswi Universitas Murya Kudus (UMK) meliriknya untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Diangan Luffa Ade Novitasari, selama ini kembang sepatu lebih banyak dipergunakan untuk tanaman hias saja namun  belum banyak orang yang memanfaatkannya untuk sesuatu yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

‘’Dengan inilah, Saya kemudian mencoba mengkreasikan daun kembang sepatu menjadi deterjen cair. Prosesnya, Saya campur dengan buah lerak,’’ katanya, Sabtu (17/3/18).

Dengan kemampuan yang dimiliki bunga yang banyak ditemui dan mudah di dapat guna mengkreasi deterjen cair, melalui proses yang tidak terlalu ribut. Bahkan tidak memakan waktu lama.

‘’Dari proses analisa, melakukan uji coba hingga bisa membuat deterjen cair ini, cuma membutuhkan waktu sekitar dua pekan,’’ ujarnya.

Dengan kemampuannya, dia berhasil mengungguli 10 finalis lain dalam seleksi Mapres tingkat UMK, dengan karya ‘’ESTU (Lerak dan Daun Kembang Sepatu): Pemanfaatan Buah Lerak (Sapindus Rarak Dc.) dan Daun Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) sebagai Deterjen Cair yang Aman dan Ramah Lingkungan’’ yang dipresentasikannya di depan para juri.

Luffa Ade Novitasari yang menyabet juara harapan II nasional Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Call for Papar yang diselenggarakan Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan pada 2017 lalu, menguraikan deterjen cair kreasinya sangat potensial dikembangkan dimanfaatkan masyarakat luas, karena harganya bisa lebih terjangkau dan manfaatnya yang luar biasa.

‘’Keunggulannya, limbahnya bisa diurai oleh bakteri, sehingga tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Hanya kendalanya nanti, di permodalan dan buah lerak yang berbuah saat musim kemarau saja,’’ tuturnya yang mengaku siap memproduksi massal jika ada investor yang mau berinvestasi.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Rochmad Winarso ST. MT., berpesan agar Luffa Ade Novitasari bisa mempersiapkan diri dengan baik, sehingga bisa maksimal dalam seleksi Mapres di tingkat Kopertis.

‘’Siapkan diri dengan baik. Ikuti arahan-arahan dari dosen pembimbing, supaya bias maksimal dalam mengikuti proses seleksi. Semoga dalam Mapres Tingkat Kopertis nanti bisa meraih prestasi yang membanggakan,’’ tuturnya saat menerima Luffa Ade Novitasari di ruang kerjanya.

Karena keuletanya, Luffa Ade Novitasari, dipastikan mewakili UMK dalam ajang seleksi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) 2018 Tingkat Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah. Kepastian Luffa Ade Novitasari melaju dalam ajang seleksi Mapres tingkat Kopertis Wilayah VI, setelah berhasil menjadi juara dalam ajang serupa di tingkat UMK pada pekan terakhir Februari lalu.(505-Mj)