SEMARANG, Mediajateng.net  – Tim Kuliah Kerja Nyata Pendidikan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas PGRI Semarang, bersama TK Kartini , Kecamatan Banyubiru, menyelenggarakan kegiatan Parenting, Kamis (16/8/2018).

Parenting yang menjadi salah satu program kerja bidang pendidikan KKN PPM UPGRIS 2018 di Kecamatan Banyubiru itu, mengambil tema “Cerianya Anak Sehat dan Kreatif Melalui Model Pembelajaran Sentra Berbasis Pendekatan Saintifik dan Gizi Seimbang”

Sebanyak 40 peserta turut hadir dalam parenting tersebut. Peserta yang merupakan wali murid TK Kartini itu, terdiri dari 0,95% ibu-ibu dan 0,05% bapak-bapak.

Selain orang tua murid, hadir dalam kesempatan tersebut Sri Tejo Jumarlan, penilik PNFI Korwil Kecamatan Banyubiru, Sri Anggoro Siswaji, Kepala desa Banyubiru, Ismatul Khasanah, Ketua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PPM, Hartanto , Kepala SD 5 Banyubiru dan Maria Yuliana Suliastuti , Ketua Pengurus TK Kartini.

Adapun yang didapuk menjadi narasumber yakni Nila Kusumaningtyas, Dosen PG PAUD UPGRIS dan Intin Minarsi, kader pemberdayaan masyarakat Desa Banyubiru.

“Anak belajar dari apa yang dia lihat. Anak membentuk persepsi, baik itu positif maupun negatif, maka sebagai orangtua berilah contoh positif,” kata Nila yang juga DPL KKN, dalam paparannya, saat menjelaskan materi tentang pendidikan yang sesuai karakteristik anak.

Pemateri lainnya, Intin mengajak ibu-ibu agar tidak menyimpan sayuran seperti kentang, tomat dan seledri didalam kulkas, karena dapat menyebabkan racun.

“Untuk meningkatkan gizi dan kandungan sayuran, sebelum diolah bisa direndam air garam,” kata Intin.

Intin menambahkan, Desa Banyubiru terkenal kaya sumberdaya alamnya, salah satunya yakni Cikru. Warga masih banyak yang melestarikan makanan dasar biji bunga teratai itu, karena mempunyai kandungan gizi tinggi.

Sebelum diolah menjadi tepung, Cikru dapat dijadikan bahan dasar sebagai makanan anak-anak seperti nugget, nastar, brownis, dan jenang.

“Cikru mempunyai beberapa khasiat di antaranya meningkatkan stamina, menyembuhkan disentri, mengobati batuk darah, mengatasi diare disertai muntah, menormalkan tekanan darah, menurunkan berat badan, menghilangkan insomnia dan menghilangkan stress,” bebernya.

Sementara itu, Fitri, salah satu mahasiawa KKN , mengatakan, melalui kegiatan parenting, diharapkan dapat memberikan pembelajaran dan pendidikan kepada orangtua, membangun pengetahuan orangtua tentang pembelajaran sesuai karakteristik anak dengan cara bermain dan mampu membantu memecahkan permasalahan antara orangtua dan anak.

“Tak hanya itu, kegiatan ini dapat membangun kerjasama positif antara pihak sekolah dan orangtua sehingga pembelajaran disekolah dapat dilanjutkan di rumah,” kata Fitri.