GROBOGAN, Mediajateng.net- Ketika semua sektor meminta ditambah bahkan ditingkatkan, namun khusus yang satu ini bupati Grobogan meminta agar semua kalangan mengurangi. Tidak saja aparatur sipil negara (ASN), Polri, TNI, perangkat desa, namun warga juga harus ikut menekan agar tidak terjadi ledakan.

Apakah yang harus dikurangi. Menurut bupati, angka kelahiran anak harus dikurangi. Bukan hanya untuk menjamin masa depan, kesehatan, kesejahteraan hingga kebahagiaan dan jaminan pendidikan. Namun, jika tidak berlebih maka tidak akan terjadi ledakan jumlah penduduk di Kabupaten Grobogan.

Atas semangat itulah, sejak pagi pelajar di desa Kluwan, Penawangan berbaris rapi di pinggir kiri dan kanan jalan masuk desa Kluwan, Penawangan. Mereka menunggu datangnya orang nomor satu di Kabupayen Grobogan, Hj. Sri Sumarni beserta jajarannya.

Kedatangannya kali ini ke desa tersebut untuk melakukan pencanangan kampung Keluarga Berencana (KB) pertama. Bertempat di dukuh Krajan, Bupati disambut grup marching band dan pengalungan bunga dan tarian gambyong beserta gerak lagu yang dimainkan para siswa TK dari TK setempat.
Bupati datang didampingi Kepala BP3AKB Adi Djatmiko, Ka Dindik Kabupaten Grobogan Amin Hidayat, serta Asisten III Padmo juga anggota kelompok PKK Desa Kluwan dan perwakilan PKK Kabupaten Grobogan.

Dalam sambutannya, Kades Kluwan Suyadi mengatakan pencanangan kampung KB ini juga bertujuan untuk meningkatkan hidup masyarakat melalui berbagai program. Selain itu juga melestarikan budaya cinta dan kasih sayang dari berbagai lintas sektor.
“Di desa kami ini ada 22.444 KK prasejahtera yang jumlahnya turun menjadi 11.108 KK atau sekitar 48 persen,” kata Suyadi.
Di kecamatan Penawangan sendiri ada tiga buah desa yang dicanangkan menjadi kampung KB yakni desa Lajer, Pulutan dan Kluwan. Kepala BKKBN Provinsi Jateng melalui perwakilannya mengatakan pencanangan kampung KB merupakan instruksi Presiden Joko Widodo.

“Karena wilayah Indonesia ini memiliki banyak desa, maka prorgam kampung KB tersebut dimulai dari wilayah pinggiran yakni desa-desa yang ada di Indonesia,” katanya. Ditambahkan juga, kampung KB ini difungsikan juga untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu Bupati Grobogan dalam sambutannya meminta adanya banyak penyuluhan yang lebih mendetail lagi.

“Jika ada yang merasakan tidak nyaman dalam penggunaan KB ini, harus ada penyuluhan atau sosialisasi yang lebih jelas lagi. Jika diperlukan harus turun ke bawah untuk penyuluhan tersebut,” katanya.
Bupati juga menekankan bahwa dalam program KB ini ditujukan untuk menyejahterakan keluarga. Tidak hanya di lingkup pedesaan saja namun juga di lingkup instansi pemerintahan. Utamanya PNS di bidang pendidikan yang rentan terdapat kasus perceraian sehingga diperlukan adanya penyuluhan mendalam tentang keluarga berencana ini.
Di kecamatan Penawangan ini lanjutnya, membuka peluang untuk pencanangan kampung KB pertama di desa Kluwan. Selain dicanangkan sebagai desa sebagai Kampung KB, Kluwan juga ditetapkan sebagai desa penghasil bawang merah dengan jumlah yang tinggi dan berhasil masuk dalam juara nasional. Bupati menjelaskan hal ini tidak lepas dari peranan perangkat desa dan kecamatan yang bekerja keras untuk desa masing-masing yang ada di Kabupaten Grobogan.(Agung-MJ)