BPBD Jawa Tengah Apresiasi Kegiatan Diklat SAR MDMC

Klaten,Mediajateng.net (22/12) Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan Search And Rescue (Diklat SAR) yang diadakan oleh MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Jawa Tengah baru-baru ini. Menurut Sarwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk mencetak relawan yang memiliki kualifikasi dalam bidang pencarian dan pertolongan. “Relawan dengan kualifikasi dan skill khusus seperti ini sangat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana. Jangan sampai ada relawan yang datang ke lokasi bencana tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai karena akan sangat merepotkan dan mengganggu”.

Sarwa juga menambahkan bahwa ke depan siapapun yang ambil bagian dalam penanggulangan bencana harus mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan seperti dapur umum, psikososial, SAR, medis, manajemen posko, dan komunikasi. Pengetahuan dan ketrampilan ini akan sangat membantu kerja-kerja kami selaku penanggungjawab kegiatan penanggulangan bencana.

Dalam sambutan pembukaan Diklat SAR ini, Sarwa juga menegaskan bahwa ke depan para relawan penanggulangan bencana di Jawa Tengah harus tersertifikasi. “Saat ini kami sedang mempersiapkan uji sertifikasi kompetensi penanggulangan bencana baik untuk personil di BPBD maupun relawan. Kami akan bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Penanggulangan Bencana (LSPPB) BNPB untuk menyelenggaran kegiatan tersebut”

Terkait dengan sertifikasi ini, Naibul Umam selaku Komandan MDMC Jateng menuturkan bahwa pihaknya menyambut baik rencana BPBD Jateng untuk menyelenggaran uji kompetensi ini. “Saya rasa ini sebuah kemajuan bagi profesionalisme penanggulangan bencana dan tentu kami sangat menyambut baik. MDMC Jateng akan mempersiapkan personilnya untuk bisa lolos mengikuti uji kompetensi ini karena yang saya dengar persyaratannya sangat ketat”

LSP PB BNPB merupakan salah satu lembaga yang dibentuk secara khusus mengelola uji kompetensi bagi pelaku penanggulangan bencana di Indonesia. Lembaga ini dibentuk berdasarkan Peraturan Kepala BNPB No. 7 Tahun 2014 dan merupakan bagian integral dari pengembangan paradigm baru dalam sistim penyiapan tenaga kerja yang kompeten dan berkualitas. Tugasnya melakukan asesmen kemampuan tenaga kerja dan atau para pihak yang bergerak dalam penanggulangan bencana sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Penanggulangan Bencana (SKKNI-PB). Keberadaan LSP PB sangat penting terutama untuk menjamin kualitas SDM dan memberikan pengakuan serta penghargaan profesi di bidang penanggulangan bencana.

Comments are closed.