GROBOGAN- mediajateng.net

Ratusan warga Dusun Plosoharjo Krajan, Desa Plosoharjo, Kecamatan Toroh protes kegiatan pembuatan pipa oleh Pertamina Gas yang dilakukan tanpa terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada warga.

Protes disampaikan ke pihak Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu lantaran dianggap tidak kulonuwun dan belum memberikan kejelasan terkait gantiuntung lahan fasilitas umum berupa tanah pemakaman yang akan dimanfaatkan untuk menanam pipa gas.

Wayo, perwakilan warga meminta pihak kelurahan dan perwakilan Pertamina Gas yang hadir untuk memberi penjelasan terkait adanya pemanfaatan lahan pemakaman. Kejelasan diminta karena hingga alat berat didatangkan tidak ada sosialisasi sebagai ijin apalagi pemberian uang ganti atas lahan yang digunakan.

“Belum ada kejelasan dan belum ada komunikasi banar kan pak Kadus,” teriak Wayo, yang dibenarkan Kadus.

“Belum minta ijin, alat berat sudah datang. Kita minta alat berat tidak masuk dan bekerja sebelum ada kejelasan,” tegasnya.

Permasalahan tanah adat, aku Woto, mantan Kades yang ikut dalam aksi protes. Akan dipertahankan jangan sampai kejadian uang ganti dari proyek doble track PT KAI yang hingga bertahun-tahun selesai dikerjakan namun belum juga ada kejelasan.

“Proyek sudah selesai bertahun-tahun kok pembayaran belum dilakukan PT KAI itu tidak logis,” teriaknya.

Karena trauma dengan insiden uang ganti dari PT KAI maka warga meminta kejelasan tentang ganti lahan dari Pertamina Gas di depan.

“Ini tanah leluhur kami yang harus dihormati. Jika ada yang melintas di tanah adat ini, seharusnya ijin dulu, tidak begitu saja,” tambah Woto.

Kades Plosoharjo, Juwanto, mengungkapkan, terkait penggunaan lahan pemakaman belum ada permintaan ijin dari PT Pertamina Gas.

“Hanya ijin lewat. Jika untuk makam belum ada ada ijin dan uang pengganti,” tambahnya beberapa kali bersumpah. (MJ-505)