Semarang – mediajateng.net

Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sebuah rumah mewah di Jalan Halmahera, Semarang Timur Minggu (3/12). Sebab rumah tesebut digunakan untuk memproduksi pil Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) yang dilarang beredar.

Penggrebekan dilakukan mulai pukul 07.00 wib. Saat penggrebekan itu, petugas mendapati barang bukti jutaan pil pcc bertuliskan ‘zenith’ siap edar.

Disamping jutaan pil PCC juga ditemukan empat unit mesin yang digunakan untuk membuat pil, satu mesin pengering, serta bahan-bahan baku lainnya. Sejumlah orang juga nampak diamankan petugas.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Irwanto mengatakan, pil ini diproduksi untuk dikirim dan diedarkan di Kalimantan Tengah. Di Semarang ada dua lokasi, di Halmahera untuk pabrik, dan di Jalan Medoho Raya sebagai gudang.

“Ada 11 orang yang diamankan, termasuk pemiliknya ,” jelasnya di lokasi penggrebekan.

Adapun 11 orang tersebut terdiri dari, 8 orang karyawan yang diamankan di tkp jalan Halmahera, dan 2 orang karyawan diamankan di tkp gudang di jalan Medoho Raya. Sedangkan satu orang bernama Joni yang diduga sebagai pemiliknya.

“Pengungkapan ini berkaitan dengan pelaku Ronggo dari Tasikmalaya,” imbuhnya.

Hingga saat ini petugas BNN masih berada dilokasi penggerebekan. Kepala BNNP Jateng, Brigjen Tri Agus Heru Prasetya sudah berada di lokasi. Sedangkan rencananya, Kepala BNN, Budi Waseso juga akan mendatangi lokasi penggrebekan. (MJ-303)