DEMAK, Mediajateng.net – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Demak, menjelang Idul Adha terpantau stabil. Begitu pula stok kebutuhan pangan di Kota Wali ini juga terpantau aman.

Hasil pantauan bersama KPPU RI, Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Demak serta anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra H Abdul Wachid, disejumlah pasar tradisional, baik harga maupun stok barang terpantau aman.

Bahkan sejumlah komoditas cenderung turun terutama beras, sehubungan Demak sebagai sentra pertanian dan sebagai salah satu lumbung padi nasional.

“Hasil pantauan kita hari ini, menjelang Idul Adha harga kebutuhan pokok masyarakat terpantau stabil. Stok barang juga aman, ” kata Wachid, seusai pantauan harga di Pasar Bintoro Demak, Senin (20/8/2018).

“Meski beberapa waktu lalu sempat viral , harga telur tembus hingga Rp 33 ribu per kilogram, di Demak saat ini cukup stabil. Di tingkat eceran, harga di angka Rp 23 ribu, sedangkan di tingkat bakul Rp 21.500 setiap kilogramnya,” imbuhnya, didampingi Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Demak, H Mu’ti Kholil.

Ikut serta dalam pengawasan tersebut, Komisioner KPPU RI, Guntur Syahputra Saragih dan Yudi Hidayat serta Kabid Perdagangan , Disperindagkop dan UMKM Demak, Sri Sasongko.

Mereka ‘blusukan’ ke pasar – pasar dan berinteraksi dengan para pedagang maupun pembeli, terkait harga kebutuhan pokok dan juga ketersediaan stok barang.

“Cek lapangan ini merupakan bagian dari kewajiban pangawasan yang kami lakukan sebagai anggota Komisi VI DPR RI,” ujar Wachid.

Selain beras dan gula, komoditi lainnya yakni sayuran, harga terpantau stabil bahkan cenderung menurun.

Harga cabai setan, cabai keriting dan cabai merah teropong, bawang putih dan bawang merah juga stabil.

Harga daging sapi juga terpantau stabil. Meski menjelang Besaran (Idul Adha), harganya relatif stabil antara Rp 85 ribu hingga Rp 100 ribu. Hal itu karena pedagang di Pasar Bintoro mendapatkan langsung barang dari peternak dan petani.

“Ini berbeda dengan kota-kota besar, yang pernah ditemukan daging impor oplosan. Daging kerbau yang dipasok langsung dari India seharga 3,5 USD atau setara Rp 50 ribu per kilogram dioplos oleh distributor nakal dengan daging sapi impor seharga Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu,” ungkapnya.

“Hasil pantauan harga kebutuhan pangan di sejumlah daerah ini, secepatnya kami bawa ke pusat. Nantinya sebagai bahan rakor dengan Kementerian Perdagangan selaku mitra Komisi VI DPR RI,” tutup Ketua DPD Partai Gerindra Jateng ini.

5 KOMENTAR

  1. I would not be aware that generate income finished up here, having said that i assumed that offered once was good aplikasi berita saham . I can’t recognize whom you may be but certainly you are going to any well-known blog writer discover presently. All the best!

  2. You might certainly see your knowledge inside perform you’re mahfud md. The earth desires a lot more fervent writers just like you which will not be frightened to note that think. Constantly pursue a person’s coronary heart.

  3. aplikasi android rekomendasi saham terkini I just such as valuable facts people supply in your content articles. I most certainly will save the site and check yet again here consistently. I am reasonably certain I am advised plenty of fresh material appropriate listed here! All the best ! for one more!

  4. You are in truth a superb webmaster.. koleksi youtube terbaik The site loading pace is actually awesome. It appears that you’re performing almost any special strategy. What’s more, A belongings are must-see. you will have completed an admirable job in this subject!

Comments are closed.