SEMARANG, Mediajateng.net – Bergulirnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat persaingan usaha kian keras, dalam bisnis pembiayaan keuangan salah satunya.

Dengan digulirkannya MEA diprediksi akan membuat persaingan industri pembiayaan keuangan akan semakin sengit.

Direktur Marketing FIF Group, Djap Tet Fa, menjelaskan bahwa perusahaan pembiayaan keuangan dari luar negeri mulai melirik Indonesia untuk dijadikan sebagai peluang pangsa pasar.

“Adanya MEA lebih condong kepada kesempatan dan peluang perusahaan asal Indonesia untuk memperluas pasarnya di Asia Tenggara,” katanya disela-sela seminar Internasional dengan tema ‘ Create and Rise Up The Spirit of Young Enterpreneurs to Face Asean Economic Community’, di Universitas Diponegoro, kemarin.

Sementara itu, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan, Parjiono, meminta tetap harus dibangun optimistis memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebab,dengan kemampuan melihat peluang, maka bangsa ini juga bisa ikut menikmati situasi pasar bebas.
‘’Negara ini memang ceruk besar dalam pasar era perdagangan bebas. Indonesia diserbu banyak produk barang impor dari negara-negara maju, seperti Amerika, Tiongkok, Korea Selatan bahkan Eropa. Namun bagaimanapun bangsa ini harus tetap yakin, terdapat peluang juga pada zaman ini,’’ terangnya..

Parjiono juga meminta pandangan positif juga ikut ditanamkan di kalangan kampus. Mahasiswa harus yakin bisa memanfaatkan peluang era MEA dengan mempersiapkan kompetensi keilmuan sebaik-baiknya.

“Dengan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memadai bagian dari bangsa ini bisa berkompetisi global,” jelas dia. (MJ-069)

2 KOMENTAR

Comments are closed.