Temanggung – mediajateng.net

Sungguh biadab perbuatan ayah yang satu ini, bukannya melindungi anaknya, Mistar(56) kakek bercucu tiga ini tega mencabuli anak kandungnya sendiri hingga hamil empat bulan. Yang bikin miris anak tersebut memiliki keterbelakangan mental.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo melalui Kasubag Humas AKP Henny Widiyanti mengatakan diketahuinya korban hamil 4 bulan karena kecurigaan sang kakak terhadap perubahan fisik adiknya Min (15) dengan perut yang mulai membuncit. Lantas sang kakak memeriksakan Min ke Bidan desa, setelah diperiksa diketahui hamil 4 bulan

“Terbongkarnya kasus ini berawal dari kecurigaan kakak kandung dan warga terhadap perubahan fisik korban, setelah diperiksakan ke Bidan ternyata hamil empat bulan. Kemudian melapor ke polisi, petugas Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Temanggung lantas melakukan penyelidikan, hingga kemudian diketahui pelakunya adalah ayah kandungnya sendiri. Pelaku juga telah mengakui perbuatannya tersebut,” terang Henny saat jumpa pers, di Polres Temanggung, Jum’at (20/10/17).

Dikemukakan Henny, pencabulan kali pertama dilakukan pada bulan Mei 2017, sekira pukul 23.00 WIB. Saat itu dia terangsang melihat anaknya yang sedang terlelap tidur di kamarnya, kemudian dipaksalah Min untuk melayani nafsu bejatnya. Dan perbuatan tersebut terus dilakukan sampai lima kali.

Dihadapan petugas tersangka mengaku khilaf dan mengaku menyesal atas perbuatannya, ia menceritakan sejak istrinya meninggal dunia lima tahun yang lalu, ia sering melampiaskan hasrat seksualnya di tempat lokalisasi. Namun satu tahun terakhir mulai berhenti mengunjungi lokalisasi dan memutuskan bersetubuh dengan korban yang merupakan anak kandungnya sendiri.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Mistar diganjar dengan pasal 76 D jo pasal 81 UU no 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam hukuman pidana paling singkat 5 tahun dan pidana paling lama 15 tahun ditambah 1/3 karena pada perkara pelaku merupakan orang tua korban dan denda paling banyak Rp 5 miliar. (MJ-303)