Purbalingga – Mediajateng,.net

Anggota Polsek Kalimanah mengamankan seorang pria berinisial TK (30) warga Desa Bogem RT 8 RW 25, Kecamatan Prambanan, Yogyakarta. Pasalnya ia diketahui warga sedang berada di rumah seorang janda berinisial DS (36) di Desa Karangsari, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga.

Kapolsek Kalimanah AKP Jaenul Arifin, S.H. mengungkapkan, berawal dari informasi warga yang mencurigai adanya tamu laki-laki hingga larut malam di rumah DS. Kemudian pihaknya bersama warga mengecek kebenaran informasi tersebut.

Saat dilakukan pengecekan benar bahwa ada seorang laki-laki sedang berada di rumah tersebut. Laki-laki tersebut diketahui bukan saudara maupun kerabat si perempuan. Dari identitasnya diketahui ia berasal dari Yogyakarta sesuai Kartu Tanda Penduduk.

Kapolsek menambahkan saat dilakukan pemeriksaan, dari tangan TK diamankan beberapa bungkus obat kuat jenis tisu yang belum sempat digunakan. Selain itu ada ATM dan beberapa kartu serta uang tunai.

“Mendapati hal tersebut, petugas polsek beserta perangkat desa dan perwakilan warga berinisiatif mengumpulkan yang bersangkutan untuk diberikan pembinaan,” jelas kapolsek.

Setelah dimintai keterangan, diketahui TK mendatangi DS setelah sebelumnya kenalan lewat Facebook. Karena sering berkomunikasi dan dirasa ada kecocokan akhirnya disepakati untuk ketemuan. Ia mengendarai sepeda motor dari Yogyakarta menuju Purbalingga.

TK juga menjelaskan bahwa keduanya bertemu pada sore hari sekitar jam 15.00 WIB di Terminal Purbalingga. Dari lokasi kemudian berdua menuju ke rumah DS hingga akhirnya diketahui warga dan dilaporkan ke Polsek Kalimanah.

Setelah dikumpulkan, keduanya diberikan pembinaan bahwa tindakan yang dilakukan adalah salah. Kemudian diharapkan keduanya tidak mengulangi lagi perbuatannya, karena dapat menimbulkan kemarahan warga.

Dalam musyawarah tersebut, diperoleh hasil bahwa TK dan DS meminta maaf atas tindakan yang dilakukan dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Karena TK bukan saudara maupun kerabat DS malam itu juga dipersilahkan meninggalkan lokasi.

Agar tidak mengulangi lagi perbuatannya, kemudian dibuatkan surat pernyataan dan kesepakatan bersama yang ditandatangani seluruh pihak. Kemudian TK meninggalkan lokasi pulang ke Yogyakarta.