GROBOGAN, Mediajateng.net- Mulai lunturnya semangat kebersamaan dalam membangun, mendorong pemerintah berupaya galakkan lagi semangat gotong royong.

Tidak saja secara individu, namun upaya menumbuhkan lagi semangat gotongroyong digelorakan secara merata di semua wilayah di Grobogan.

IMG-20180503-WA0083

“Membangun semangat gotongroyong tidak saja membangun kebersamaan. Namun juga membangun budaya saling membantu dan meringankan,” kata Sekda Kabupaten Grobogan, Moch Sumarsono, kepada Mediajateng.net, Jumat (4/5/18).

Budaya gotong royong sebenarnya merupakan salah satu ciri khas budaya Bangsa Indonesia yang ada sejak dahulu. Dalam aplikasinya, gotong royong banyak dilakukan warga desa dalam membangun rumah dan mengerjakan ladang dan persawahan.

Namun, seiring perjalanan waktu dan masuknya pengaruh budaya luar, rasa kebersamaan dan semangat gotong-royong semakin memudar.

IMG-20180503-WA0081

Hal itu disampaikan Sekda Grobogan Moh Sumarsono saat pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV yang dipadukan dengan kegiatan Hari Gerak Kesatuan PKK ke 46 di Desa Truwolu, Kecamatan Ngaringan, Senin (30/4/2018).

“Saat ini, kepekaan sosial mulai berkurang serta kesadaran saling membantu sudah mulai luntur. Untuk itu marilah kita galakkan lagi budaya gotong royong. Budaya ini sangat tepat untuk diterapkan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Grobogan yang kita cintai ini,” tegasnya.

Pentingnya menggalakkan lagi semangat kebersamaan melalui gotongroyong, lantaran kebersamaan mampu meringankan pekerjaan yang berat.

Acara pencanangan ditandai dengan pemukulan kentongan. Dalam kesempatan itu, juga dilakukan pembukaan bazar UMKM dari Kecamatan Ngaringan.

Menurut Sumarsono, pelaksanaan kegiatan BBGRM merupakan upaya menggelorakan semangat dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan yang berlandaskan keswadayaan.

Dengan demikian, masyarakat akan merasa memiliki dan bertanggung jawab dalam melaksanakan, memanfaatkan dan melestarikan semangat dan jiwa gotong royong.

Masih dikatakan Sumarsono, gotong royong harus dimaknai bukan hanya sebagai slogan saja.

Gotong royong harus diaktualisasikan, dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Gotong royong harus diwujudkan dalam sebuah tindakan yang nyata.

“Bulan Bhakti Gotong Royong merupakan momentum mengingatkan kita penting gotong royong,” katanya.

“Pengingat terutama bagi generasi penerus yang akan memikul sejarah ke depan. Kita perlu menanamkan semangat gotong royong kepada anak-anak dan generasi muda, sebab merekalah pemuka masa depan bangsa ini,” katanya menambahkan.(agung-mj)