SEMARANG, mediajateng.net – Berdakwah di zaman milenial bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan inovasi media teknologi seperti menggunakan aplikasi youtube, facebook dan lain-lain. Demikian disampaikan pengasuh pondok pesantren Nurul Hidayah Dr. KH. In’amuzzahidin saat mengisi acara Latihan Kader Kepemimpinan Islam (LKKI) bagi mahasiswa Universitas Semarang (USM), Jumat (8/3).

Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu pesat dizaman milenial ini membawa dampak pada penyampaian dakwah. Jika sebelumnya dakwah dengan cara bertemu langsung kini dengan perkembangan teknologi berdakwah bisa dilakukan tanpa harus bertemu.

“Dakwah di era milenial harus bisa diterima dikalangan milenial sehingga perlu adanya inovasi dalam berdakwah. Pesan dakwah saat ini bisa disampaikan melalui medsos yang penting dakwah itu disampaikan dengan bahasa yang tidak menyinggung orang lain dan tidak mengandung unsur hoaks karena dakwah itu merangkul bukan memukul, dakwah itu ramah bukan marah” ungkapnya.

Agar dakwah tidak mengundang kejenuhan bagi audiens kata In’amuzzahidin, perlu trik khusus misal dengan membawakan hikayah atau cerita yang bisa menambah suasana empati dari audien terhadap kisah yang disampaikan sehingga lebih mengena.

Selain narasumber dari pesantren panitia juga menghadirkan narasumber dari dosen FTIK USM, Saiful Hadi MKom, mantan wakil rektor III Iswoyo serta narasumber dari alumni.

Menurut Saiful Hadi, salah satu bekal dakwah yang harus dimiliki adalah kemampuan komunikasi atau public speaking yang baik sehingga apa yang disampaikan seorang pendakwah akan mudah diterima.

“Selain itu ada beberapa cara untuk mengajak seseorang untuk datang ke masjid seperti disediakan wifi gratis, minuman gratis dan akhirnya menjadi aktif di masjid dan berubah menjadi lebih baik” ungkapnya.

Seperti diketahui, kegiatan LKKI yang digelar di USM dan di Omah 9 Bantir Sumowono ini akan berakhir pada 10 Maret. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pada aktivis dakwah kampus yang tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa Forum Komunikasi Mahasiswa Islam (Fokmi) agar mereka bisa menyampaikan pesan dakwah dengan baik.

Para peserta selain mendapatkan materi tentang dakwah, mereka juga mendapat materi SWOT, manajemen dakwah, manajemen organisasi, motivation training, outbond serta praktek mengajar TPQ. (ot/mj)