Klaten (22/12/16) MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Jawa Tengah menggelar Diklat Search And Rescue (SAR) tingkat Dasar di Klaten 22-25 Desember 2016. Menurut Naibul Umam Ketua MDMC Jawa Tengah pihaknya menyelenggarakan kegiatan ini secara rutin sejak tahun 2010. “Alhamdulillah sebagian besar relawan Muhammadiyah lahir dari proses pendidikan dan latihan SAR. Mereka ditempa menjadi kader-kader penanggulangan bencana yang sangat ketat. Bagi kami, tidak ada yang instan untuk menjadi relawan yang tangguh. Semua membutuhkan proses yang panjang dan berkesinambungan”.

Diklat SAR diikuti oleh pelajar, mahasiswa dan angkatan muda Muhammadiyah dari seluruh perwakilan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi terpisah yaitu di Rowo Jombor untuk kualifikasi water rescue (SAR air) dan di Sapuangin Merapi untuk kualifikasi jungle rescue (SAR gunung). Adapun pelatih Diklat ini berasal dari Corps instruktur SAR Muhammadiyah Jateng.

Pada kesempatan yang sama, Anang Purwoko selaku koordinator instruktur menuturkan bahwa para instruktur yang terlibat dalam Diklat ini akan mengampu beberapa materi antara lain Ke-Islaman dan Kemuhammadiyahan, manajemen penanggulangan bencana dan fikih kebencanaan, PPGD, navigasi darat, survival, kesamaptaan, moutainering dan orienteering. “Materi-materi ini sudah disesuaikan dengan standar pelatihan BASARNAS. Untuk pengembangan berikutnya mereka nantinya akan meneruskan ke jenjang Diklat Madya dan Diklat Purna. Proses ini bisa mencapai dua tahun termasuk penugasan operasi SAR dan operasi tanggap darurat bencana”

Berikutnya Umam menegaskan bahwa melalui Diklat SAR ini pihaknya akan menempatkan personil sebagai Tim Reaksi Cepat (TRC) penanggulangan bencana. “Kami membentuk TRC sebagai bagian tidak terpisahkan dari percepatan respon tanggap darurat Muhammadiyah. Saat ini mereka sudah tersebar, bahkan beberapa relawan Muhammadiyah juga telah terdaftar sebagai anggota TRC BPBD Kabupaten/Kota di Jawa Tengah”

Comments are closed.