SEMARANG, Mediajateng.net – Atap rangka baja kantor kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik yang sedang dalam proses pembangunan roboh, Kamis (24/11) pagi sekitar pukul 06.00 wib. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 80 juta.

Dari keterangan Kapolsek Banyumanik Kompol Retno Yuli diperoleh informasi bahwa kejadian ambruknya atap tersebut berlangsung sekitar pukul 6 pagi. Saat itu Kondisi kantor yang sedang direnovasi tidak digunakan, sedangkan kantor sementara di gedung pertemuan yang berlokasi di sebelahnya.

”Saat ambruk pekerjaan belum dimulai karena biasanya para tukang bekerja sekitar pukul 8 pagi, jadi tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” ungkap Kapolsek Banyumanik Kompol Retno Yuli, saat dihunbunhi melalui ponselnya

Sesaat setelah kejadian Kapolsek bersama anggotanya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas juga memasang garis polisi di lokasi tersebut.

“Penyebab masih diselidiki, sebab permasalahannya sangat teknis sehingga perlu mendapat penjelasan dari ahli maupun pihak kontraktor yang membangun kantor ini,” imbuh Retno

Terpisah Sekretaris Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang, M Irwansyah menegaskan, terkait robohnya atap gedung kantor Kelurahan Srondol Wetan, Banyumanik,  kontraktor harus bertanggung jawab. Dia meminta agar bangunan tersebut segera diperbaiki dan diselesaikan.
Irwansyah menambahkan, bangunan tersebut ditarget rampung akhir tahun ini. Bila kontraktor tidak memperbaiki dan menyelesaikannya tepat waktu akan diberikan sanksi. Saat ini, pihaknya masih menunggu niat baik kontraktor untuk menyelesaikannya.

”Pembangunan gedung tersebut masuk anggaran 2016. Untuk besaraanya, belum tahu persis. Kami masih menunggu laporan dari pihak terkait. Yang jelas robohnya atap gedung itu tanggung jawab kontraktor. Kami masih tunggu niat baik mereka untuk memperbaiki. Bila tidak, kami akan berikan sanksi,” tegas Irwansyah. (MJ-303)

1 KOMENTAR

Comments are closed.