DEMAK, Mediajateng.net – Kesejahteraan suatu bangsa, dimulai dari kesejahteraan keluarga. Indikasinya, keluarga itu bebas dari kemiskinan, ketakutan dan kebodohan. Ketika keluarga itu sejahtera, maka akan tercipta ketahanan keluarga.

“Ketahanan keluarga itu tanggungjawab bersama. Sebab masing-masing anggota keluarga memiliki peran sesuai kodratnya. Suami, istri dan anak berperan sesuai tanggungjawabnya,” kata Prof DR Ismawati Hafidz Mag, saat menjadi pembicara dalam peringatan Hari Ibu ke -90 tingkat Kabupaten Demak , seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima Mediajateng.net, Jumat (21/12/2018).

Prof Ismawati yang Guru Besar UIN Walisongo Semarang itu, menambahkan, ketahanan keluarga terwujud ketika sandang, pangan, pendidikan, jaminan kesehatan bahkan kebutuhan air bersih tercukupi. Indikasi adanya ketahanan keluarga, ketika dalam keluarga tersebut terjadi keharmonisan. Selain itu ada komunikasi yang nyaman antara suami dan istri.

Menurutnya, ibu adalah madrasah atau sekolah pertama bagi anak-anaknya. Meski demikian, membekali anak dengan pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara suami dan istri.

” Ketika suami dan istri saling berhadapan, ada senyum serta obrolan yang hangat, bukannya ngobrol lewat HP. Selalu hadirkan obrolan hangat di tengah tengah keluarga, karena itulah wujud silaturahim. Dan silaturahim juga mendatangkan berkah. Istri jangan pelit senyum ke suami, begitu pula sebaliknya , karena senyum itu termasuk sedekah,” ujarnya.

Hubungan baik antara orang tua dan anak, sambung Prof Ismawati, sangat dibutuhkan anak, begitu pula kasih sayang, pendidikan dan bekal ilmu agama yang tercukupi. Termasuk pula, orang tua harus memberi teladan yang baik, begitu pula sebaliknya, anak pun wajib taat pada orang tuanya.

“Lebih penting lagi, sejahteraan ketika hati kita tenteram, dan pasrah pada Sang Pencipta. Mengembalikan semua masalah kepada Allah SWT. Sehingga hati menjadi ikhlas,” kata perempuan kelahiran Kediri 70 tahun lalu itu.

Sementara itu, sebagaimana tema Hari Ibu 2018 yakni ‘Bersama Meningkatkan Peran Perempuan dan Laki-laki Membangun Ketahanan Keluarga untuk Kesejahteraan Bangsa’, Bupati Demak M Natsir mengajak semua komponen masyarakat menghayati peran kaum perempuan sebagai bagian tak terpisahkan perjuangan bangsa. Karenanya dalam berbagai lini sektor, tidak boleh ada lagi membedakan kesempatan antara laki-laki dan perempuan menuju kesetaraan.

“Melalui peringatan Hari Ibu tahun ini, kami ingin mengajak masyarakat Demak tercinta, agar kesadaran masyarakat terhadap keluhuran kodrat, harkat dan martabat serta peranan dan kedudukan perempuan dalam peningkatan kesejahteraan keluarga lebih ditingkatkan lagi,” kata Bupati Natsir.

Pemerintah Kabupaten Demak telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dengan memberikan pendampingan kepada setiap perempuan yang mengalami masalah hukum, baik itu KDRT maupun perdagangan manusia.

Melalui Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) “Harapan Baru”, Pemerintah melakukan pendampingan kepada perempuan sebagai pihak korban. Seperti korban KDRT akan diberikan bimbingan konseling, mengingat korban KDRT tidak hanya mendapatkan luka fisik, juga luka psikis yang harus mendapatkan pengobatan.
“Segala upaya terus dilakukan agar kasus kekerasan kepada perempuan dan anak dapat ditekan,” ujarnya.

Berkat itu semua, pada tahun 2018 ini, Kabupaten Demak mendapatkan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI atas kepedulian pemerintah daerah terhadap keselamatan dan kesejahteraan perempuan dan laki-laki dalam upaya perwujudan kesetaraan gender. Di samping penghargaan Kabupaten Layak Anak tingkat Pratama 2018.

Plt Kepala Dinas Sosial P2PA, Kabupaten Demak Tatik Rumiyati menuturkan, terkait peringatan Hari Ibu ke-90 yang dirangkai dengan Hari Anak Universal telah dilaksanakan beberapa kegiatan. Antara lain donor darah serta pelayanan tes IVA di Puskesmas Demak I.