DEMAK, Mediajateng.net – Sebanyak 4491 siswa SMA di Kabupaten Demak, baik swasta maupun negeri, yang tersebar di 33 sekolah, mengikuti Ujian Nasional tahun pelajaran 2017 / 2018.

Dari jumlah tersebut sebanyak 26 sekolah menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer, sedangkan 7 sekolah Ujian Nasional masih menggunakan kertas pensil (UNKP).

Sedangkan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Demak, baik swasta maupun negeri, yang jumlahnya ada 77 sekolah, penyelenggaraan Ujian Nasional tahun ini berbasis komputer (UNBK).

“Siswa SMA yang ikut UNBK ada
3962, UNKP ada 529 siswa. Kalau MA, semuanya ikut UNBK, total ada 5103 anak,” kata Bupati Demak, M Natsir, seusai memantau pelaksanaan UNBK di SMA Negeri 3 Demak, Selasa (10/4/2018).

Selain di SMA Negeri 3 Demak, bupati juga melakukan pemantauan di SMA Negeri 1 dan MAN Demak, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Anjar Gunadi, Staf Ahli Bupati, Muliana serta Kabag Humas Pemkab Demak, Endah Cahyarini.

Menurut Bupati Natsir, secara umum pelaksanaan UNBK di Kabupaten Demak berjalan lancar. Hanya saja, masih ada sekolah yang belum menyelenggarakan UNBK, karena berbagai faktor dan daya dukung yang belum memadahi.

” Nanti yang belum UNBK, pemerintah akan bantu sarana dan prasarananya. Insya Allah, tahun depan UNBK semua. Kita optimis bisa, ” ujarnya.

Penyelenggaraan Ujian Nasional baik berbasis komputer maupun kertas, dimulai sejak hari Senin ( 9/4/2018) – Kamis (12/4/2018).

Adapun untuk hari Senin ujian mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia, Selasa mapel Matematika, Rabu mapel Bahasa Inggris dan terakhir hari Kamis mapel pilihan.

Sedangkan UNBK dibagi menjadi tiga sesi, sesi pertama dimulai pukul 07.30 WIB – 09.30 WIB, sesi kedua pukul 10.00 WIB – 12.00 WIB dan sesi ketiga mulai pukul 14.00 WIB – 16.00 WIB.

Sementara itu, Kepala SMA 3 Demak, Suprapto, mengatakan, sebanyak 337 siswanya yang mengikuti UNBK , telah dipersiapakan dengan sebaik baiknya. Selain try out, anak – anak juga mendapatkan pemadatan materi dari para guru mapel.

” Insya Allah kami siap melaksanakan UNBK. Anak – anak juga siap,” kata Suprapto.

Guna kelancaran pelaksanaan UNBK, SMA Negeri 3 telah menyiapkan segalanya termasuk sarana prasarana pendukung yang memadai.

” Sebagi antisipasi jika sewaktu waktu terjadi pemadaman listrik, sekolah juga telah menyiapkan genset,
meskipun pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan PLN Demak,” kata Suprapto.

Sementara untuk membangun dan menguatkan mental siswa, sekolah menggelar doa bersama sebelum UNBK berlangsung dan menyiapakan ruang transit bagi siswa sebelum mengikuti UNBK.

” 30 menit sebelum UNBK, anak – anak masuk transit dulu, biar bertemu teman temannya supaya lebih tenang dan tidak tegang sebelum masuk ruang ujian, ” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya
meminta anak anak yang mengikuti UNBK agar tidak tegang dan menyikapinya biasa saja, apalagi segalanya sudah dipersiapkan

Terlebih UNBK bukan syarat penentu kelulusan, namun siswa wajib ikut, karena syarat lulus sekolah harus mengikuti UNBK.

Dan yang tidak kalah penting, anak anak tidak perlu terbebani biaya administrasi, karena semua anak bisa mengikuti ujian meskipun masih kurang administrasi.

” UNBK tidak ada bocoran soal. Mosok ada bocoran. Sangat tidak mungkin itu. UNBK ini melatih anak untuk jujur dan tidak mungkin bisa bekerjasama.
Kualitas yang diperoleh anak, hasil usaha anak sendiri. UNBK ini menguji integritas anak, ” tandasnya.