KENDAL, Mediajateng.net – Sabtu, 9 Juni 2018, sekitar pukul 2 siang panitia mulai berkumpul. Matahari sedang panas-panasnya di langit Kendal. Udara pesisir turut juga menyapu debu-debu. Klakson truk pantura serasa bunyi yang tidak ingin didengar saat itu. Hal ini tidak mengurungkan niat mulia dari panitia untuk tetap melakukan persiapan di tengah alun-alun kota Kendal. Satu-persatu beberapa alat mulai di tata agar tampak layak dipandang mata.

Sebagai pengisi utama di acara “Berbagi Berkah Ramadan” (baca: BBR), teman-teman pegiat seni dari Balai Kesenian Remaja ikut-serta dalam persiapan tersebut. Sengatan panas matahari memang sampai di tengah keringat, namun tak mengurungkan niat untuk melanjutkan puasa hingga buka nanti. Mereka lepuh dalam canda-tawa para pegiat. Sambil mengangkat alat-alat gamelan dan soundsystem, senyum mereka pun selalu mengiringi.

Tarhim dari masjid agung Kendal terdengar begitu indah menandakan waktu sebentar lagi ashar. Beberapa pedagang mulai berdatangan mempersiapkan jajanannya. Panas pun pelan-pelan mulai surut. “Alhamdulillah, walau panas tapi kita tetap kuat puasanya.. yang penting niat.” aku Tanjung Alim Sucahya selaku ketua dari teman-teman pegiat seni Gamelan Tempa memberi semangat agar tetap kuat puasanya sembari menata karpet untuk penanda tempat acara.

Hampir pukul 4 sore beberapa komunitas yang tergabung dalam acara mulai menampakkan diri. Komunitas Fotografi Indonesia – Wilayah Kendal, Komunitas Kopi Kendal, Komunitas Supporter Bola – Bombers, Sinok-Sinang Kendal, Lowrider Kendal dan tak telat datangnya dari Komunitas Angklung Weleri Calung Bonar sebagai pengisi acara selain Komunitas Musisi Kendal dan Gamelan Tempa. Panitia lainnya pun mempersiapkan beberapa vertical banner (baca: MMT) untuk mendukung acara.

Acara BBR merupakan kegiatan mulia tahunan dari Komunitas Admin Instagram Kendal. “Kira-kira acara ini sudah jalan empat tahunan, coba cek saja di instagram dengan hashtag ngabuburit Kendal.” Pungkas Ismy Moy selaku panitia sejak awal diadakannya BBR. Dengan hashtag yang sama, memang memudahkan kita untuk menilik postingan yang dulu. Kita tidak perlu membuka satu-persatu dari tiap postingan, karena sudah terpilah dengan sendirinya.

Dio selaku ketua panitia memulai acara yang diwakili oleh MC. Kata sambutan santai terucap dengan jelas untuk beberapa komunitas yang berpartisipasi. Angklung Bonar mulai menyatukan irama-irama dari rangkaian bambu yang membentuk sebuah lagu. Anoman Obong yang sudah di aransemen sedemikian rupa membuat pengunjung di alun-alun Kendal mulai merapat penasaran. Tak lupa panitia juga memulai aktifitas untuk menyiapkan tempat donasi.

Donasi tahun ini yang terkumpul akan dibagikan ke Panti Asuhan Yatim Piatu Rohadi daerah Kaliwungu dan Mas Doly penyandang cacat prematur sejak lahir yang usianya sudah 34 tahun saat ini. Zain Kagawa selaku panitia mengusulkan hasil donasi dibagikan ke Doly juga. “Mas Doly namanya, usianya 34 tahun, dia cacat prematur sejak lahir. Bagaimana kalau kita mendonasikan sebagian ke beliau?” ungkap Zain Kagawa saat rapat panitia. Doly tinggal di desa Penanggulan, kecamatan Pegandon, kabupaten Kendal. Dia tinggal hanya dengan ibunya. Tidak mungkin jika tidak dengan sabar dan penuh cinta ibunya mampu merawat selama 34 tahun. Panitia lain pun langsung mengiyakan niat baik dari Zain.

Langit mulai meredup, penanda waktu segera untuk berbuka puasa. Panitia dan teman-teman komunitas memulai membagikan takjil yang telah disiapkan. Di perempatan lampu merah, taman Garuda, dan sekeliling Alun-alun Kendal terbagi rata. Suara merdu dari gadis cantik Komunitas Model Kendal yang di iringi Gamelan Tempa dan Gitar Akustik Musisi Kendal menyemarakkan suasana menjelang buka puasa. “Berbukalah dengan yang manis-manis.” kata Dadang Syarifudin senyum-senyum sambil melirik gadis yang sedang menyanyikan lagu Risalah Hati dari Dewa 19 band.