SEMARANG, Mediajateng.net – Rendahnya minat baca masyarakat berpotensi menyebabkan masyarakat lebih memercayai berita hoax. Karenanya, salah satu cara untuk menangkal peredaran hoax yang semakin meresahkan adalah dengan meningkatkan minat baca.

Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menyatakan, salah satu cara meredam hoax adalah dengan meningkatkan literasi di masyarakat.

“Nanti akan kita buat perpustakaan di setiap desa di Jawa Tengah. Tujuannya supaya muncul gerakan gemar membaca,” ujarnya di Posko Santri Gayeng Jalan Sumbing 1 Semarang, Rabu (4/4/2018).

“Kami ingin menyajikan, ini lho islam damai, islam itu rahmatan lil alamin yang bisa bersanding dengan agama lain. Itu sumbernya bisa dibaca di perpustakaan desa,” kata paslon nomor urut 1 tersebut.

Perpustakaan itu akan didekatkan ke pesantren atau lembaga keagamaan. Lalu para ulama dan santri bisa menyaring buku yang ada.  Sehingga tidak ada literasi  berpaham ekstrem yang masuk ke masyarakat. Para ulama pun bisa mengajari masyarakat islam yang damai.

Yasin menjelaskan jenis buku dalam program perpustakaan bisa diisi buku tentang menangkal paham ekstrem, lalu buku yang juga menumbuhkan nasionalisme.

“Perpustakaan itu harus nyaman untuk masyarakat. Harapannya, perpustakaan bisa jadi ajang tatap muka serta interaksi sosial yang tumbuh di masyarakat,” kata putra KH. Maimoen Zubaer.

Di sisi lain, ia juga menyoroti penggunaan gadget di era saat ini. Menurutnya, tidak semua gadget itu negatif dan juga banyak peran positif. Peran pemerintah juga menurutnya sudah bagus mengarahkan masyatakat agar memanfaatkan fasilitas gadget. (*)