SEMARANG –

Seorang pelaku Begal babak belur dihajar warga di kawasan Jalan Unta Kelurahan Pandean Lamper Kecamatan Gayamsari. Laki-laki yang berprofesi sebagai juru parkir (jukir) ini tetangkap warga saat merampas harta benda milik seorang tunawisma.

Pelaku diketahui bernama Eko Kristanto, (43), warga Sawah Besar Kecamatan Gayamsari. Laki-laki yang memiliki tato disekujur tubuhnya ini langsung digelandang di Mapolsek Gayamsari untuk dimintai keterangan. Aksi Eko ini dijalankan bersama rekanya bernama Yusril warga Jalan Mataram yang sekarang masih buron.

Sedangkan korbanya seorang gelandangan bernama Handoyo, 64. Tas berisi pakaian serta uang miliknya dirampas oleh kedua pelaku ketika melintas dilokasi Jalan Unta Raya RT.1/1 Kelurahan Pandean Lamper Gayamsari Selasa (30/5) sekitar pukul 22.00 wib.

Informasi yang dihimpun awal mula peristiwa ini terjadi bermula ketika korban melintas jalan Unta Raya 1 secara sendirian. Sesaat dilokasi tersebut, laki-laki paruh baya berambut sebahu ini dihampiri dua orang tak dikenal yang berboncengan naik sepeda motor Yamaha Vega bernopol H 6977 RZ.

“Pas jalan di gang kecil, tiba-tiba dia (pelaku) turun dari motor dan minta uang. Saya bilang tidak punya uang, tapi saya malah dipukuli kena bibir dan kepala saya terbentur tembok,” ungkap korban saat dimintai keterangan petugas di Mapolsek Gayamsari Selasa (30/5) kemarin.

Korban yang tidak berdaya ini terus diserang oleh dua pelaku. Bahkan, korban yang terus mempertahankan harta benda miliknya membuat pelaku semakin beringas. Korban sempat hampir ditusuk oleh para pelaku yang telah membawa senjata tajam (sajam) jenis parang dan gobang.

“Senjatanya diarahkan ke tubuhnya saya, ditodongkan. Terus tas dirampas dan mau dibawa lari. Kemudian saya teriak rampok-rampok,” katanya.

Rupanya teriakan korban terdengar oleh salah satu warga sekitar bernama Lilik dan langsung menyambangi membantu korban. Hingga akhirnya terjadi keributan.

Sementara Kapolsek Gayamsari Kompol Wahyuni Sri Lestari saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Diduga pelaku ini sudah kerap melakukan aksi yang sama.

” bener mas, ini baru saya kembangkan. Satu pelaku lainya masih kami kejar. Nangi perkembanganya saya kasih kabar,” ungkap Yuni saat dihungi melalui ponselnya (MJ-303)