SEMARANG, mediajateng.net, – Sebanyak 105 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Semarang akan diperbaiki. Kegiatan rehabilitasi RTLH ini rencananya dilakukan tahun ini hasil kerjasama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang dengan Kodim 0733/BS.

Menurut Ketua Baznas Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, tahun ini pihaknya lebih banyak memperbaiki RTLH dibanding tahun lalu yang hanya 70 unit. Selain itu, nominal anggaran perbaikan juga bertambah dari Rp12,5 juta menjadi Rp14 juta.

“Kenaikan jumlah rumah yang akan kami perbaiki itu seiring dengan capaian pengumpulan zakat yang mencapai Rp6 miliar di tahun 2018. Sehingga kami juga menambah cakupan penerima serta besaran nominalnya,” terangnya, Jumat (8/3).

Arnas melanjutkan, diharapkan kerjasama ini memberikan manfaat positif bagi warga penerima. Selain itu, dari kerjasama yang dilakukan selama ini, warga mengakui jika hasil yang dikerjakan jauh lebih optimal dibanding rehab lainnya sehingga layak ditiru oleh stakeholder lain.

Menurutnya, program regular rehabilitasi RTLH merupakan salah satu program unggulan Baznas Kota Semarang . Selain dengan Kodim, pihaknya juga bekerjasama dengan stakeholders lainnya seperti Polrestabes, MIKSemar, Lindu Aji, Gapensi dan masih banyak lagi.

“Alhamdulilah seiring dengan meningkatnya kesadaran membayar zakat melalui Baznas, meningkat pula jumlah penerima dan besarannya,” katanya.

Arnaz menegaskan, target pengumpulan zakat, infak dan sodakoh di tahun 2019 mencapai Rp8 miliar. Untuk itulah, pihaknya juga akan membuka Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di Kodim 0733/BS sebagai salah satu tulangpunggung unit pengumpul zakat di Baznas Kota Semarang selain di lingkup Pemkot Semarang.

Ke depan pihaknya tidak hanya akan memperbaiki fisik rumah namun juga akan memberikan pelatihan ekonomi bagi warganya agar dapat meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan mereka.

Pada kesempatan yang sama, Dandim 0733/BS Letkol Zubaedi menambahkan pihaknya sangat berharap kerjasama ini ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya. Pasalnya, selain menunjukkan kedekatan dengan rakyat, TNI juga ingin memberikan bakti kepada warga.

“Kodim ini akan selalu ada meski pemimpinnya bergonta-ganti, tapi program untuk warga akan selalu ada membantu warga selain tugas pengamanan territorial. Semoga hal-hal yang kami lakukan ini bermanfaat bagi lingkungan, bangsa dan negara,” tandasnya. (ot/mj)