SEMARANG, mediajateng.net, – Beberapa jalan dan paving yang baru saja selesai dibangun di Kawasan Kota Lama banyak mengalami kerusakan. Kondisi kerusakan itu diantaranya banyak paving bergelombang dan berlubang, copot dari tempatnya serta berisi air hujan. Seperti kerusakan paving jalan dan pedestrian di Letjend Suprapto, yang merupakan jalur utama Kawasan Kota Lama.

Kemudian juga di depan Kantor Satlantas Kota Semarang, terlihat beberapa paving sudah mulai tidak rata. Bahkan, dititik yang banyak parkir sepeda motor ini beberapa grill penutup selokan hilang dan ditutupi oleh batu.

Lalu di titik sekitar Gereja Blenduk juga mengalami hal yang sama. Termasuk di pertigaan antara Jalan Letjen Suprapto dan Jalan Branjangan, tepatnya di depan Galeri UMKM Kawasan Kota Lama.

Salah satu satpam Galeri UMKM, Muhammad Tarmuji mengungkapkan, kerusakan jalan paving yang bergelombang dan lepas dari dudukannya terjadi setelah dibukanya kembali Kawasan Kota Lama saat digelar even Lomba Lari 10K sekitar akhir Desember dan awal Januari lalu.

“Saat itu kan masih ditutup, karena ada even Lomba Lari 10K, jalan di sini dibuka kembali. Sehingga mobil besar, sepeda motor bahkan kendaraan besar seperti truk dan bus melintas di jalan ini makanya paving rusak,” ungkapnya saat ditemui mediajateng.net di sekitar lokasi, Rabu (23/1).

Selain itu, kondisi yang terparah terlihat di Kawasan Kota Lama pada ujung perempatan antara Jembatan Mberok dan samping Kantor Bank Mandiri serta jalan menuju ke Kawasan Johar.

Disitu bahkan beberapa paving jalan dan pedestrian berserakan tak beraturan. Bahkan lubang bekas paving yang lepas dari tempatnya berisi air hujan yang menggenangi lubang-lubang paving yang berserakan dan sudah ada yang pecah tersebut.

“Jika dibiarkan, lama kelamaan kondisi kerusakan paving jalan serta pedestrian ini akan semakin parah karena dengan dilintasi banyaknya kendaraan besar yang setiap harinya melewati beberapa ruas jalan Kawasan Kota Lama ini,” pungkas Tarmuji. (ot/mj)