Grobogan, Mediajateng.net – Tidak hanya di Semarang produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) diusahakan Perusda air minum setempat. Di Kabupaten Grobogan, AMDK juga akan diproduksi di bawah naungan PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan. Hal tersebut seperti dinyatakan langsung Dirut PDAM Purwa Tirta Dharma, Bambang Pulunggono.

Ditemui di kantornya, Bambang menyatakan, pihaknya bersama investor yakni PT Parama Pawiraka Nusantara sedang mempersiapkan perizinan, pendaftaran merk dagang, dan beragam berkas lainnya. Ditargetkan, Februari 2019 mendatang, unit usaha tersebut mulai diproduksi.

“Merknya nanti Banyuku. Dalam label kemasan nanti ada logo Pemkab dan PDAM Grobogan. Rencana pengolahannya nanti di Depot IPA PDAM Jalan MH Thamrin, Purwodadi,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, seluruh biaya pembuatan izin hingga pembangunan depot pengolahan air minum kemasan ditanggung investor yang bersangkutan. Namun, setelah sampai pada titik impas atau balik modal, seluruh aset usaha air kemasan tersebut diserahkan ke PDAM Grobogan.

‘’Titik impasnya sekitar lima sampai tujuh tahun mendatang. Namun, melihat potensi ini, kami yakin kurang dari itu, seluruh aset bisa diserahkan ke pada PDAM. Selama belum mencapai titik impas, kami akan mendapat bagian keuntungan sekitar 10 persen,” paparnya.

Produksi air minum kemasan tersebut nantinya, lanjut dia, menggunakan air baku sebelum diproduksi menjadi AMDK. Sebelumnya, pihaknya sudah memberikan tiga sampel air yakni, dari air baku sebelum diproduksi, air baku setelah produksi, dan sumber mata air di Desa Selojari, Kecamatan Klambu.

Dari tiga sampel tersebut, ternyata air baku yang belum diproduksi menjadi pilihan untuk pembuatan AMDK tersebut. Bambang menjelaskan, air tersebut dipilih karena setelah diperiksa memiliki kandungan yang lebih baik ketimbang dua sampel yang lain.

‘’Sampel dari mata air di Desa Selojari dinyatakan memiliki kadar kapur sangat tinggi, sementara air baku yang sudah produksi kemungkinan terdapat zat kimia yang turut larut didalamnya. Akhirnya menggunakan air baku yang belum diolah. Semua tes itu diurus investor dan dilakukan di Jakarta,” pungkasnya. (Ag-mj)